ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Mitigasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

Minggu, 1 Maret 2026 | 06:09 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Jejak pencegatan rudal pertahanan udara terlihat di atas Tel Aviv, Israel, Sabtu, 28 Februari 2026.
Jejak pencegatan rudal pertahanan udara terlihat di atas Tel Aviv, Israel, Sabtu, 28 Februari 2026. (AP/AP)

Jeddah, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melakukan langkah mitigasi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah akibat meningkatnya situasi keamanan kawasan.

Beberapa negara yang menutup ruang udara untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status siaga, menyesuaikan perkembangan situasi.

ADVERTISEMENT

Pemerintah memastikan kondisi di Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah (KUH) bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah Muhammad Ilham Effendy menyampaikan pihaknya telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shif dan ditempatkan di Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), serta Terminal Haji.

“Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Ilham di Jeddah dalam siaran pers, Sabtu (28/2/2026).

Koordinasi dengan Maskapai dan Mitra Travel

KUH Jeddah juga menjalin komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan umrah, serta syarikah (mitra travel di Arab Saudi) guna mencari solusi terbaik bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.

Di sisi lain, KBRI Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik. WNI diminta memantau informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan RI.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah umrah tetap terjaga.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri P2MI Siapkan Evakuasi PMI Antisipasi Konflik Timur Tengah

Menteri P2MI Siapkan Evakuasi PMI Antisipasi Konflik Timur Tengah

NASIONAL
Cegah Pertumpahan Darah, Eks Perwira AS Minta Kapal USS Tripoli Pulang

Cegah Pertumpahan Darah, Eks Perwira AS Minta Kapal USS Tripoli Pulang

INTERNASIONAL
PM Malaysia Anwar Ibrahim Tiba di Jakarta untuk Bertemu Prabowo

PM Malaysia Anwar Ibrahim Tiba di Jakarta untuk Bertemu Prabowo

INTERNASIONAL
Harga Minyak Dunia 26 Maret Naik, Brent Tembus US$ 103 Imbas Perang

Harga Minyak Dunia 26 Maret Naik, Brent Tembus US$ 103 Imbas Perang

EKONOMI
Rencana AS Kirim Tentara Elite ke Timteng, Ini Reaksi Paus Leo XIV

Rencana AS Kirim Tentara Elite ke Timteng, Ini Reaksi Paus Leo XIV

INTERNASIONAL
Iran Serang Fasilitas Energi, Harga Minyak 19 Maret Naik 3 Persen

Iran Serang Fasilitas Energi, Harga Minyak 19 Maret Naik 3 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT