Pemerintah Mitigasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Minggu, 1 Maret 2026 | 06:09 WIB
Jeddah, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melakukan langkah mitigasi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah akibat meningkatnya situasi keamanan kawasan.
Beberapa negara yang menutup ruang udara untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.
Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status siaga, menyesuaikan perkembangan situasi.
Pemerintah memastikan kondisi di Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.
Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah (KUH) bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.
Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah Muhammad Ilham Effendy menyampaikan pihaknya telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shif dan ditempatkan di Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), serta Terminal Haji.
“Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Ilham di Jeddah dalam siaran pers, Sabtu (28/2/2026).
Koordinasi dengan Maskapai dan Mitra Travel
KUH Jeddah juga menjalin komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan umrah, serta syarikah (mitra travel di Arab Saudi) guna mencari solusi terbaik bagi jemaah yang mengalami penundaan kepulangan.
Di sisi lain, KBRI Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi agar tetap tenang dan tidak panik. WNI diminta memantau informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan RI.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah umrah tetap terjaga.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




