ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serangan Iran Mulai Incar Infrastruktur Minyak Kawasan Teluk

Rabu, 4 Maret 2026 | 02:19 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Citra satelit terbaru mengungkap dampak serangan drone Iran yang menargetkan salah satu kilang minyak terbesar di dunia, Ras Tanura Refinery di Arab Saudi. Kilang yang dimiliki raksasa energi Saudi Aramco itu sempat ditutup sementara saat otoritas menangani situasi darurat.
Citra satelit terbaru mengungkap dampak serangan drone Iran yang menargetkan salah satu kilang minyak terbesar di dunia, Ras Tanura Refinery di Arab Saudi. Kilang yang dimiliki raksasa energi Saudi Aramco itu sempat ditutup sementara saat otoritas menangani situasi darurat. (Istimewa)

Muscat, Beritasatu.com – Serangan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk pada Selasa (3/3/2026) memicu gangguan produksi serta mendorong kenaikan harga komoditas global.

Serangan terjadi di sejumlah negara sekutu Amerika Serikat (AS), termasuk Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab. Iran disebut memperluas targetnya, tidak hanya menyasar aset Amerika Serikat tetapi juga fasilitas energi di kawasan tersebut.

Perusahaan energi milik negara Qatar, QatarEnergy, menghentikan sebagian produksi hilir setelah dua fasilitas pengolahan gas diserang. Produksi yang terdampak mencakup urea, polimer, metanol, serta aluminium.

Pengumuman tersebut langsung mendorong harga aluminium di London Metal Exchange naik sekitar 2%.

ADVERTISEMENT

Iran sebelumnya memperluas sasaran serangan dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel dengan menargetkan infrastruktur di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Juru bicara kementerian luar negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan rudal Iran juga menargetkan bandara Doha. Namun, proyektil tersebut berhasil dicegat oleh militer.

Sementara itu di Oman, sejumlah drone menyerang pelabuhan Duqm di pantai timur negara tersebut. Menurut sumber keamanan yang dikutip Oman News Agency, kerusakan yang terjadi dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan tersebut merupakan yang kedua dalam tiga hari terakhir terhadap pelabuhan itu.

Sebelumnya pada Minggu (1/3/2026), seorang pekerja terluka ketika dua drone menghantam lokasi yang sama. Satu drone mengenai area akomodasi pekerja, sementara puing drone lainnya jatuh di dekat tangki bahan bakar.

Ini juga menjadi serangan pertama terhadap Oman sejak konflik meletus, meskipun negara tersebut sebelumnya berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat.

Oman juga menembak jatuh dua drone lainnya, sementara satu drone jatuh di dekat pelabuhan Salalah, menurut laporan media pemerintah.

Di Uni Emirat Arab, puing drone yang berhasil dicegat memicu kebakaran di zona penyimpanan dan perdagangan minyak di emirat Fujairah. Otoritas setempat menyatakan tidak ada korban luka dan kebakaran berhasil dikendalikan sehingga aktivitas kembali normal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

INTERNASIONAL
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

INTERNASIONAL
5 Poin Penting Pidato Trump Soal Perang Iran, Dunia Masih Perlu Cemas?

5 Poin Penting Pidato Trump Soal Perang Iran, Dunia Masih Perlu Cemas?

INTERNASIONAL
Kapal dari 3 Negara Melintas Hormuz, Sinyal Jalur Mulai Dibuka?

Kapal dari 3 Negara Melintas Hormuz, Sinyal Jalur Mulai Dibuka?

INTERNASIONAL
Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

INTERNASIONAL
Trump Tutupi Kegagalan Serangan ke Iran

Trump Tutupi Kegagalan Serangan ke Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT