ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kesiapan Prabowo Jadi Mediator Konflik Disampaikan kepada AS dan Iran

Rabu, 4 Maret 2026 | 06:43 WIB
RH
HH
Penulis: Ricki Putra Harahap | Editor: HP
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 3 Maret 2026. (Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia mendorong deeskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, pelaksanaan mediasi konflik AS-Iran tersebut bergantung pada persetujuan dari kedua belah pihak.

“Kami juga menyampaikan keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Sugiono mengungkapkan, Pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi langsung dengan Amerika Serikat dan Iran terkait tawaran mediasi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan," ujar Sugiono.

Ia menjelaskan, komunikasi juga dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui sambungan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Sugiono menyoroti gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya konflik.

Dalam setiap komunikasi diplomatik, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara, serta penyelesaian perbedaan melalui jalur damai.

“Kemudian, kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah terhadap kedaulatan wilayah suatu negara,” imbuhnya.

Menurut Sugiono, Indonesia memosisikan diri sebagai pihak yang siap menjembatani perbedaan dan menawarkan ruang dialog bagi kedua negara.

“Yang pasti, Indonesia ingin menjadi jembatan dari perbedaan menawarkan kesiapan kita dan menawarkan diri kita,” tutupnya.

Langkah ini mempertegas posisi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif, terutama dalam merespons konflik AS dan Iran yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dalam beberapa hari dan minggu ke depan, sembari menunggu respons resmi dari Washington dan Teheran atas tawaran mediasi yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jet Tempur AS Ditembak Iran, Pilot yang Hilang Jadi Buruan

Jet Tempur AS Ditembak Iran, Pilot yang Hilang Jadi Buruan

INTERNASIONAL
Kekuatan Tak Melemah, Iran Ancam Hancurkan Aset AS dan Sekutu

Kekuatan Tak Melemah, Iran Ancam Hancurkan Aset AS dan Sekutu

INTERNASIONAL
Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

INTERNASIONAL
Trump Tutupi Kegagalan Serangan ke Iran

Trump Tutupi Kegagalan Serangan ke Iran

INTERNASIONAL
Wall Street Kompak Menguat Tersengat Harapan Damai AS-Iran

Wall Street Kompak Menguat Tersengat Harapan Damai AS-Iran

EKONOMI
Ketika Trump Marah-marah kepada Sekutu NATO

Ketika Trump Marah-marah kepada Sekutu NATO

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT