Kuwait Kutuk Serangan Iran, Tegaskan Hak Bela Diri
Rabu, 4 Maret 2026 | 22:18 WIB
Kuwait, Beritasatu.com – Pemerintah Kuwait mengecam keras serangan Iran yang menargetkan wilayahnya dan menimbulkan korban jiwa. Kuwait menegaskan haknya untuk membela diri serta mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan negara.
Berdasarkan laporan Kuwait News Agency (Kuna), Rabu (4/3/2026), Kuwait telah mengirimkan dua surat pada 3 Maret ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan PBB. Surat tersebut berisi protes resmi atas serangan yang disebut telah dilakukan sejak 28 Februari 2026.
Dalam suratnya, Kuwait menyatakan serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan melanggar kedaulatan serta wilayah udara negara. Tindakan itu juga dinilai bertentangan dengan hukum internasional, Piagam PBB, dan hukum humaniter internasional.
Pemerintah Kuwait melaporkan adanya korban jiwa, termasuk dua anggota angkatan bersenjata, serta puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Kuwait menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan yang menyasar wilayahnya maupun negara-negara lain di kawasan Teluk. Negara tersebut menekankan hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, termasuk hak untuk mengambil langkah yang dianggap tepat demi melindungi wilayah, ruang udara, warga negara, dan penduduknya.
Soroti Solidaritas Negara Teluk
Selain itu, Kuwait menyoroti pentingnya solidaritas antarnegara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Pemerintah menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk bersifat kolektif dan tidak terpisahkan. Ancaman terhadap satu negara anggota, menurutnya, merupakan ancaman bagi seluruh kawasan.
Kuwait juga mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk secara tegas mengutuk serangan Iran serta mengambil langkah konkret guna menghentikan pelanggaran yang dinilai mengancam perdamaian dan stabilitas regional maupun global.
Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk, menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran yang dimulai akhir pekan lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




