ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuwait Kutuk Serangan Iran, Tegaskan Hak Bela Diri

Rabu, 4 Maret 2026 | 22:18 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Serangan rudal Iran pada 28 Februari 2026 telah menyebabkan kerusakan signifikan di lapangan terbang pangkalan militer AS  Ali Al Salem, Kuwait.
Serangan rudal Iran pada 28 Februari 2026 telah menyebabkan kerusakan signifikan di lapangan terbang pangkalan militer AS Ali Al Salem, Kuwait. (Facebook/Mustaapha Mohammed Gembu)

Kuwait, Beritasatu.com – Pemerintah Kuwait mengecam keras serangan Iran yang menargetkan wilayahnya dan menimbulkan korban jiwa. Kuwait menegaskan haknya untuk membela diri serta mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan negara.

Berdasarkan laporan Kuwait News Agency (Kuna), Rabu (4/3/2026), Kuwait telah mengirimkan dua surat pada 3 Maret ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Presiden Dewan Keamanan PBB. Surat tersebut berisi protes resmi atas serangan yang disebut telah dilakukan sejak 28 Februari 2026.

Dalam suratnya, Kuwait menyatakan serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas sipil dan melanggar kedaulatan serta wilayah udara negara. Tindakan itu juga dinilai bertentangan dengan hukum internasional, Piagam PBB, dan hukum humaniter internasional.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kuwait melaporkan adanya korban jiwa, termasuk dua anggota angkatan bersenjata, serta puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kuwait menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan yang menyasar wilayahnya maupun negara-negara lain di kawasan Teluk. Negara tersebut menekankan hak membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, termasuk hak untuk mengambil langkah yang dianggap tepat demi melindungi wilayah, ruang udara, warga negara, dan penduduknya.

Soroti Solidaritas Negara Teluk

Selain itu, Kuwait menyoroti pentingnya solidaritas antarnegara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Pemerintah menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk bersifat kolektif dan tidak terpisahkan. Ancaman terhadap satu negara anggota, menurutnya, merupakan ancaman bagi seluruh kawasan.

Kuwait juga mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk secara tegas mengutuk serangan Iran serta mengambil langkah konkret guna menghentikan pelanggaran yang dinilai mengancam perdamaian dan stabilitas regional maupun global.

Ketegangan meningkat setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk, menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran yang dimulai akhir pekan lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Siapkan Hadiah bagi Penemu Kru Jet Tempur F-15 AS yang Hilang

Iran Siapkan Hadiah bagi Penemu Kru Jet Tempur F-15 AS yang Hilang

INTERNASIONAL
AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran

AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran

INTERNASIONAL
AS dan Iran Berlomba Temukan 1 Awak Jet Tempur F-15 yang Hilang

AS dan Iran Berlomba Temukan 1 Awak Jet Tempur F-15 yang Hilang

INTERNASIONAL
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

INTERNASIONAL
Dubes Iran untuk RI Ajak Umat Islam Tak Perdebatkan Syiah dan Sunni

Dubes Iran untuk RI Ajak Umat Islam Tak Perdebatkan Syiah dan Sunni

INTERNASIONAL
Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Ajak Tokoh Islam Dukung Antiperang

Temui Din Syamsuddin, Dubes Iran Ajak Tokoh Islam Dukung Antiperang

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT