Trump Usulkan Orang Dalam Gantikan Ali Khamenei
Rabu, 4 Maret 2026 | 11:48 WIB
Washington DC, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sosok dari internal pemerintahan Iran dinilai lebih tepat memimpin Teheran setelah perang antara Amerika Serikat dan Iran berakhir, dibanding figur asing atau tokoh yang hidup di pengasingan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (4/3/2026) WIB, di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki hari keempat.
Konflik AS–Israel yang meluas ke wilayah Iran dilaporkan telah menewaskan ratusan orang, sebagian besar berada di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Trump mengatakan sejumlah figur yang sebelumnya disebut-sebut berpeluang menjadi pemimpin baru Iran kini telah tewas akibat serangan, sehingga pilihan yang tersedia semakin terbatas. Ia juga menolak menyebut nama kandidat tertentu.
Trump turut menepis spekulasi dukungan terhadap Reza Pahlavi, putra terakhir Shah Iran yang kini tinggal di luar negeri.
“Kita hampir tidak akan tahu siapa pun lagi,” ujar Trump.
Ia menambahkan, pemimpin yang memiliki legitimasi dan popularitas di dalam negeri kemungkinan akan lebih efektif memimpin Iran pascakonflik.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, yang tak hanya memicu serangan lintas negara, tetapi juga mengguncang pasar global serta stabilitas keamanan regional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




