Militer AS Mulai Ubah Pola Serangan Udara ke Iran
Rabu, 4 Maret 2026 | 23:32 WIB
Washington, Beritasatu.com - Militer Amerika Serikat (AS) mulai mengubah pola serangan mereka agar lebih efektif dalam serangan ke Iran.
Pada fase awal perang, AS lebih banyak menggunakan serangan jarak jauh atau standoff strike, yaitu serangan presisi yang diluncurkan dari luar jangkauan pertahanan udara Iran.
Namun setelah sistem pertahanan udara Iran dinilai melemah, militer AS mulai mengerahkan pesawat tempur seperti F/A-18 dan F-15 untuk beroperasi langsung di wilayah udara Iran selama 24 jam.
Strategi baru tersebut juga bertujuan menghemat persediaan amunisi presisi jarak jauh yang bernilai tinggi.
Sebagai gantinya, militer AS mulai menggunakan bom berpemandu gravitasi seperti bom laser serta bom berpemandu GPS jenis JDAM.
US Secretary of Defense Pete Hegseth menepis kekhawatiran mengenai menipisnya stok amunisi presisi milik AS.
“Kami memiliki persediaan amunisi presisi yang cukup untuk menjalankan operasi ini,” kata Hegseth dilansir dari Aljazeera.
Ia juga menegaskan stok sistem pertahanan udara Patriot masih dalam kondisi sangat kuat.
Ketika ditanya apakah persediaan rudal Iran dapat bertahan lebih lama dibandingkan sistem pencegat milik AS di kawasan, Hegseth menegaskan Iran tidak akan mampu mengimbangi kekuatan militer Washington.
“Iran tidak bisa bertahan lebih lama dari kami. Kami akan memastikan melalui kekuatan ofensif dan defensif bahwa kami mengendalikan arah dan tempo pertempuran ini,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




