Pentagon Konfirmasi Tentara AS Tewas dalam Serangan Drone di Kuwait
Kamis, 5 Maret 2026 | 13:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) asal California dilaporkan termasuk di antara korban tewas dalam serangan drone yang terjadi di Kuwait saat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran minggu lalu. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Pentagon.
Mengutip La Times, Kamis (5/3/2026), korban diketahui bernama Chief Warrant Officer 3 Robert M Marzan (54), yang berasal dari Sacramento. Ia diyakini tewas di lokasi serangan yang terjadi di Pelabuhan Shuaiba pada Minggu lalu.
Pentagon menyatakan Marzan merupakan bagian dari 103rd Expeditionary Sustainment Command yang berbasis di Des Moines. Ia dikerahkan ke Kuwait untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat yang diberi nama Operasi Epic Fury.
Gubernur California Gavin Newsom menyebut Marzan sebagai prajurit yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam pengabdiannya kepada negara.
“Ia adalah warga California yang pemberani, yang pengabdiannya kepada bangsa kita ditandai dengan kehormatan dan keunggulan,” ujar Newsom dalam pernyataannya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, termasuk istri Marzan.
“Pengorbanan keluarga militer tidak dapat diukur, dan California berdiri bersama mereka dalam duka dan rasa terima kasih,” tambahnya.
Senator California Adam Schiff juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta masyarakat Sacramento yang kehilangan salah satu warganya.
Sementara itu, Senator Alex Padilla mengatakan dirinya turut berduka atas kehilangan tersebut.
“Semoga ia beristirahat dengan tenang, dan semoga Tuhan menghibur istri serta keluarganya,” kata Padilla.
Seorang juru bicara Angkatan Darat AS mengatakan pihak militer tidak akan merilis informasi tambahan mengenai Marzan hingga pemeriksa medis menyelesaikan proses identifikasi jenazah secara resmi.
Sebagai bentuk penghormatan, bendera di gedung Capitol Negara Bagian California dikibarkan setengah tiang.
Pentagon sebelumnya juga mengonfirmasi identitas lima tentara AS lainnya yang tewas dalam serangan yang sama.
Mereka adalah Mayor Jeffrey R O'Brien (45) dari Indianola, Iowa, Kapten Cody A Khork (35) dari Winter Haven, Florida, Sersan Kelas Satu Noah L Tietjens (42) dari Bellevue, Nebraska, Sersan Kelas Satu Nicole M Amor (39), dari White Bear Lake, Minnesota, serta Sersan Declan J Coady (20) dari West Des Moines, Iowa.
Sejauh ini, keenam tentara tersebut merupakan korban pertama dari pihak militer AS sejak konflik dengan Iran meningkat.
Serangan tersebut terjadi setelah pasukan AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap target Iran pada Sabtu, yang kemudian memicu serangan balasan.
Para tentara yang gugur diketahui bertugas di bidang logistik militer, memastikan ketersediaan makanan serta perlengkapan bagi pasukan.
Presiden Donald Trump pada Minggu turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
“Sayangnya kemungkinan akan ada lebih banyak korban sebelum ini berakhir. Itulah kenyataannya,” kata Trump.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




