Semprot Media Blow Up Tentara AS Tewas, Hegseth: Mau Pojokkan Trump?
Jumat, 6 Maret 2026 | 11:58 WIB
Washington, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan Amerika Serika Pete Hegseth memberikan pernyataan keras pada Kamis (5/3/2026) WIB terkait pemberitaan media atas gugurnya enam anggota militer AS di Kuwait. Para prajurit tersebut tewas akibat serangan pesawat tanpa awak (drone) Iran yang menjadi bagian dari eskalasi konflik Washington dan Teheran.
Berbicara bersama Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Cain, Hegseth menuduh pers berusaha "membuat presiden terlihat buruk" dengan menyoroti serangan yang menghantam pusat operasi taktis militer AS tersebut.
Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth menegaskan bahwa Iran dan proksinya cenderung mengincar target lunak karena ketidakmampuan mereka bertempur secara terbuka.
"Tentu saja, Iran masih akan mampu menembakkan beberapa rudal dan masih mampu meluncurkan drone serang satu arah ke sasaran sipil. Bagaimanapun, mereka adalah teroris, dan mereka perlu menargetkan warga sipil karena mereka tidak mampu bertempur secara langsung," tegas Hegseth.
Ia juga menyayangkan fokus media yang dianggapnya luput dalam melaporkan realitas kendali militer AS di kawasan tersebut.
"Inilah yang luput dari pemberitaan palsu. Kita telah menguasai wilayah udara dan perairan Iran tanpa pasukan darat. Kita mengendalikan nasib mereka. Tetapi ketika beberapa drone berhasil menerobos atau terjadi hal-hal tragis, itu menjadi berita utama. Saya mengerti, pers hanya ingin membuat presiden terlihat buruk, tetapi cobalah sekali saja untuk melaporkan kenyataan," tambahnya.
Identitas Korban dan Investigasi Lapangan
Angkatan Darat AS telah merilis nama empat anggota pasukan cadangan yang gugur dalam serangan di Pelabuhan Shuaiba pada Minggu lalu:
- Kapten Cody A. Khork
- Sersan Kelas 1 Noah L. Tietjens
- Sersan Kelas 1 Nicole M. Amor
- Sersan Declan J. Coady
Baca Juga: Update Perang Iran-AS Hari Ke-7: 1.230 Tewas dan Trump Tolak Mojtaba Khamenei
Dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi hingga keluarga terdekat mendapatkan pemberitahuan resmi. Laporan dari CBS News menyebutkan adanya diskusi internal militer sebelum serangan terjadi mengenai kerentanan area tersebut. Selain itu, tidak terdengarnya sirene peringatan membuat pasukan tidak memiliki waktu untuk mencari perlindungan.
Hegseth mengakui bahwa Iran menggunakan senjata "ampuh" yang berhasil menembus sistem pertahanan udara. Meskipun sebagian besar serangan berhasil dihalau, satu "serangan mendadak" tersebut berakibat fatal.
Menutup pernyataannya, Menhan memberikan penghormatan terakhir bagi para martir. "Kami tidak akan pernah melupakan pengorbanan Anda. Bangsa kami berdiri bersama Anda, dan kami selamanya berterima kasih atas keberanian serta pengabdian Anda pada misi ini," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




