Unicef: Hampir 200 Anak Tewas Akibat Perang Iran vs AS-Israel
Jumat, 6 Maret 2026 | 13:33 WIB
New York, Beritasatu.com – Organisasi anak-anak dunia, Unicef melaporkan data memilukan terkait dampak konflik bersenjata yang pecah di Timur Tengah. Hampir 200 anak dilaporkan tewas di seluruh kawasan tersebut sejak eskalasi militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran meningkat drastis pada akhir pekan lalu.
Data terbaru menunjukkan sebaran korban jiwa yang memprihatinkan. Setidaknya 181 anak tewas di Iran, tujuh di Lebanon, tiga di Israel, dan satu anak dilaporkan menjadi korban di Kuwait.
Pihak Unicef memberikan pernyataan keras mengenai dampak agresi militer ini terhadap warga sipil, khususnya kelompok rentan.
"Anak-anak tidak memulai perang, tetapi mereka membayar harga yang sangat mahal dan tidak dapat diterima. Eskalasi militer di seluruh Timur Tengah telah berdampak buruk pada anak-anak," tulis pernyataan resmi Unicef.
Tragedi Berdarah di Minab
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada hari pertama serangan udara dilancarkan, Sabtu (28/3/2025). Sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, wilayah Iran selatan, terkena hantaman rudal secara langsung.
Berdasarkan laporan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), tragedi di Minab tersebut menewaskan sedikitnya 175 siswi. Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini memicu gelombang kecaman internasional karena dianggap melanggar hukum humaniter yang melindungi zona sipil.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi. UNICEF mendesak semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan guna mencegah lebih banyak jatuhnya korban jiwa di kalangan anak-anak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




