Menhan Hegseth: Serangan AS ke Iran Akan Meningkat Dramatis
Jumat, 6 Maret 2026 | 14:04 WIB
Washington, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyatakan, operasi militer AS terhadap Iran berpotensi meningkat secara signifikan dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pengarahan militer di Komando Pusat Amerika Serikat mengenai perkembangan operasi di kawasan tersebut.
Dalam pengarahan itu, Hegseth hadir bersama Laksamana Komando Pusat AS Brad Cooper dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tersebut membahas strategi serta perkembangan terbaru operasi militer AS terhadap Iran.
Hegseth menegaskan, intensitas operasi militer Washington akan meningkat, termasuk serangan yang menargetkan wilayah strategis di Iran.
"Jumlah daya tembak di Iran dan di Teheran akan meningkat secara dramatis," katanya, dikutip dari BBC, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, peningkatan operasi militer tersebut juga didukung oleh akses terhadap fasilitas militer di kawasan strategis. Ia menyebut keputusan Inggris yang mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Diego Garcia akan memperkuat kemampuan operasi militer AS.
Pangkalan Diego Garcia yang terletak di Samudera Hindia selama ini menjadi salah satu fasilitas militer penting bagi operasi militer Barat di kawasan Timur Tengah dan Asia.
Ia menambahkan, keputusan Inggris untuk mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer Diego Garcia akan membantu Washington mengintensifkan serangan.
“Sangat disayangkan bahwa Inggris tidak sejak awal mengatakan, ‘Hei, silakan akses,’” kata Hegseth.
“Tapi kami berhasil," tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Inggris juga meningkatkan kesiapan militernya di kawasan. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan negaranya akan mengirim tambahan pesawat tempur ke Timur Tengah.
Nantinya, empat jet tempur Typhoon tambahan akan bergabung dengan skuadron Inggris di Qatar.
"Inggris telah mengizinkan AS menggunakan pangkalan Inggris untuk melakukan operasi pertahanan," kata Starmer.
Langkah tersebut menunjukkan semakin eratnya koordinasi militer antara AS dan Inggris di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Para analis menilai keputusan penggunaan pangkalan militer serta penambahan kekuatan udara dapat mempercepat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dengan meningkatnya aktivitas militer, risiko konflik yang lebih luas pun menjadi perhatian komunitas internasional.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait rencana peningkatan serangan yang disampaikan oleh Pemerintah AS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




