Mojtaba Khamenei Diperkirakan Miliki Pengaruh Besar di Iran
Senin, 9 Maret 2026 | 12:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Televisi pemerintah Iran pada Senin (9/3/2026) melaporkan, Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah ditunjuk sebagai penggantinya. Meski belum pernah terpilih atau menduduki jabatan resmi dalam pemerintahan, Mojtaba Khamenei diperkirakan akan memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.
Mojtaba Khamenei sebelumnya telah lama disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi ayahnya. Spekulasi mengenai suksesi tersebut bahkan muncul jauh sebelum serangan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei pada awal konflik.
Sebagai pemimpin tertinggi, ia akan memegang kendali atas Garda Revolusi Iran, kekuatan militer paramiliter yang memiliki peran penting dalam strategi perang negara tersebut.
Di tengah perkembangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ingin turut menentukan siapa yang akan berkuasa di Iran setelah perang berakhir.
“Saya ingin melihat siapa yang akan memimpin setelah perang ini. Pemimpin baru tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan saya,” kata Trump kepada ABC News pada Minggu (8/3/2026).
Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat dengan sejumlah serangan yang dilaporkan terjadi di berbagai negara.
Otoritas Arab Saudi menyatakan dua orang yang tewas dalam serangan pada Minggu di wilayah Al-Kharj merupakan warga negara Bangladesh. Selain itu, 11 warga Bangladesh lainnya serta seorang warga India dilaporkan mengalami luka-luka.
Serangan tersebut terjadi ketika sebuah proyektil militer jatuh di sebuah gedung perumahan milik perusahaan jasa perawatan dan kebersihan. Di Bahrain, pemerintah melaporkan sirene peringatan serangan berbunyi pada Senin pagi dan warga diminta segera mencari perlindungan.
Serangan drone Iran juga dilaporkan menghantam kawasan permukiman di Pulau Sitra, Bahrain. Sebanyak 32 warga sipil, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka. Empat korban dilaporkan dalam kondisi kritis, termasuk dua anak laki-laki berusia 7 dan 8 tahun yang mengalami cedera serius pada kaki dan harus menjalani operasi.
Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan menyatakan pasukan mereka berhasil menghancurkan empat drone yang menargetkan ladang minyak besar Shaybah pada Senin pagi.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan perintah agar staf non-esensial dan keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi di tengah meningkatnya ancaman keamanan.
Militer Amerika juga melaporkan seorang anggota militernya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita dalam serangan Iran pada 1 Maret lalu.
Di Irak, sistem pertahanan udara dilaporkan menembak jatuh sebuah drone yang mendekati Pangkalan Victoria, kompleks militer yang dioperasikan Amerika Serikat di area Bandara Internasional Baghdad.
Tidak ada laporan korban atau kerusakan dalam insiden tersebut, dan hingga kini belum diketahui pihak yang berada di balik serangan itu.
Arab Saudi juga memperingatkan Iran bahwa mereka akan menjadi pihak yang paling dirugikan jika terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan.
Peringatan itu muncul setelah serangkaian serangan drone yang diduga menargetkan ladang minyak Shaybah. Pemerintah Saudi menilai Iran belum menunjukkan bukti nyata atas klaim bahwa mereka menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk.
“Iran terus melanjutkan agresinya dengan dalih yang lemah dan tanpa dasar faktual,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap eskalasi lebih lanjut berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap hubungan antara Iran dan negara-negara di kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Situasi Lebanon Memanas, KSAD Maruli: Prajurit TNI Sudah Paham SOP!




