ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Blokade Selat Hormuz, Hanya Kapal China dan Rusia yang Diizinkan

Senin, 9 Maret 2026 | 13:26 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Gambar ini, yang diambil dari video yang diberikan kepada Associated Press oleh seorang pejabat pertahanan Timur Tengah, menunjukkan serangan helikopter yang menargetkan sebuah kapal di dekat Selat Hormuz pada Sabtu, 13 April 2024.
Gambar ini, yang diambil dari video yang diberikan kepada Associated Press oleh seorang pejabat pertahanan Timur Tengah, menunjukkan serangan helikopter yang menargetkan sebuah kapal di dekat Selat Hormuz pada Sabtu, 13 April 2024. (Beritasatu.com/AP)

Teheran, Beritasatu.com — Pemerintah Iran mengumumkan blokade total Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim internasional. Dalam kebijakan tersebut, hanya kapal dari China dan Rusia yang diperbolehkan melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Dikutip dari republicworld.com, Senin (9/3/2026), langkah ini diumumkan pemerintah Iran melalui media resmi. Teheran menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah strategis sekaligus bentuk apresiasi terhadap dukungan diplomatik dan ekonomi dari Beijing dan Moskwa selama konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Iran menilai sikap China dan Rusia yang tetap mendukung Iran di berbagai forum internasional serta tidak ikut dalam sanksi Barat menjadi alasan utama pemberian akses khusus tersebut.

Dengan kebijakan baru ini, Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan energi dunia secara efektif tertutup bagi sebagian besar armada internasional.

ADVERTISEMENT

Otoritas Iran menegaskan hanya kapal berbendera China dan Rusia yang diizinkan melintasi selat tersebut. Kapal dari negara lain, termasuk kapal tanker minyak, pengangkut gas alam cair (LNG), serta kapal kargo, tidak diperbolehkan melintas.

Unit angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan diberi kewenangan untuk mengambil tindakan terhadap kapal yang mencoba melewati perairan tersebut tanpa izin.

“Pasukan kami diberi wewenang untuk menargetkan dan menghentikan setiap kapal yang melanggar aturan tersebut,” demikian pernyataan pejabat Iran.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur pelayaran paling vital bagi distribusi energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan sebagian besar pengiriman gas alam cair melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut.

Para analis pasar energi memperingatkan, kebijakan blokade selektif ini berpotensi memicu gejolak besar di pasar energi global. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat menyebabkan lonjakan harga minyak dan gas di berbagai negara.

Di sisi lain, keputusan Iran juga menempatkan China dan Rusia dalam posisi yang cukup rumit. Kedua negara kini menjadi pihak yang memperoleh akses eksklusif, sekaligus berpotensi memainkan peran sebagai mediator dalam konflik yang sedang berlangsung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Bungkam Soal NATO dan Pasukan AS di Tengah Konflik Iran

Trump Bungkam Soal NATO dan Pasukan AS di Tengah Konflik Iran

INTERNASIONAL
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia

Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia

INTERNASIONAL
220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

INTERNASIONAL
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

INTERNASIONAL
Update Pergerakan Kapal Pertamina di Hormuz, Ini Link Pantau Real-Time

Update Pergerakan Kapal Pertamina di Hormuz, Ini Link Pantau Real-Time

EKONOMI
5 Poin Penting Pidato Trump Soal Perang Iran, Dunia Masih Perlu Cemas?

5 Poin Penting Pidato Trump Soal Perang Iran, Dunia Masih Perlu Cemas?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT