ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Miris! Puluhan Siswa SD di Sukabumi Belajar di Lantai Musala

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:51 WIB
R
IC
Penulis: Riza | Editor: CAH
Sebanyak 38 siswa kelas V SDN Cipaku, Desa Ujunggenteng, Sukabumi kini harus menjalani proses belajar-mengajar di lantai musala dengan posisi tengkurap.
Sebanyak 38 siswa kelas V SDN Cipaku, Desa Ujunggenteng, Sukabumi kini harus menjalani proses belajar-mengajar di lantai musala dengan posisi tengkurap. (Beritasatu.com/Riza)

Sukabumi, Beritasatu.com - Potret dunia pendidikan di pelosok kembali mengundang keprihatinan. Puluhan siswa SDN Cipaku, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa belajar di lantai musala akibat ruang kelas rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

‎Kondisi memilukan ini dialami oleh 38 siswa kelas V yang kini harus menjalani proses belajar-mengajar di lantai musala dengan posisi tengkurap. Sementara itu, 32 siswa kelas IV lainnya dialihkan ke ruang perpustakaan. 

‎Kerusakan dua ruang kelas tersebut sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Bukannya diperbaiki, kondisi bangunan justru terus memburuk, hingga akhirnya tidak dapat digunakan sama sekali.

ADVERTISEMENT

‎“Sebenarnya saya dan teman-teman sangat tidak nyaman belajar di musala tetapi kami terpaksa. Kami ingin bisa belajar di ruang kelas seperti dahulu. Kami mohon bantuannya dari pemerintah untuk memperbaiki kelas kami,” ungkap Anisa Zahra, salah satu siswi kelas V, Kamis (28/8/2025). 

‎Sementara itu, Kepala SDN Cipaku Saleh menyebutkan bangunan yang rusak itu dibangun pada 2015. Namun, sejak dua tahun terakhir, dua ruang kelas tersebut tidak bisa difungsikan lagi karena kerusakannya cukup parah.

‎“Kami sudah alihkan aktivitas belajar ke musala dan perpustakaan. Total siswa kami saat ini ada 406 anak, dan kami mulai kewalahan mengatur ruangan tetapi mau bagaimana lagi, ruang kelas tidak bisa dipakai,” kata Saleh

‎Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ke dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.  Namun, hingga kini belum mendapat tanggapan yang pasti.

‎“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama, dan kasihan anak-anak harus belajar di kondisi seperti ini,” ungkapnya. 

‎Meski dalam keterbatasan, para siswa tetap semangat menimba ilmu meski situasi ini jelas mengganggu kenyamanan dan konsentrasi mereka dalam belajar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT