ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Lebaran, Pengemis Dadakan di Bogor Makin Menjamur

Rabu, 11 Maret 2026 | 13:43 WIB
HY
S
Penulis: Heru Yustanto | Editor: JTO
Fenomena pengemis dadakan marak di sejumlah jalan protokol di Bogor menjelang Lebaran. Mereka memanfaatkan momen meningkatnya sedekah masyarakat.
Fenomena pengemis dadakan marak di sejumlah jalan protokol di Bogor menjelang Lebaran. Mereka memanfaatkan momen meningkatnya sedekah masyarakat. (Beritasatu.com/Heru Yustanto)

Bogor, Beritasatu.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri fenomena pengemis dadakan di Kota Bogor, Jawa Barat, semakin menjamur. Tidak hanya di perempatan jalan, para pengemis bahkan terlihat berjajar di sejumlah ruas jalan utama untuk meminta belas kasih para pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan para pengemis tersebar di sejumlah jalan protokol seperti Jalan Sholeh Iskandar, Jalan Sudirman Bogor, Jalan Pajajaran Bogor, hingga Jalan Pandu Raya. Mereka tidak hanya berada di lampu merah, tetapi juga menyusuri sepanjang jalan untuk mendekati pengendara.

Beragam cara digunakan untuk menarik perhatian masyarakat, mulai dari pengamen boneka, pengemis anak, hingga modus “manusia karung” yang kerap berpura-pura sebagai pemulung yang sedang beristirahat di pinggir jalan.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pengemis, Sambudi (60), warga Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mengaku sengaja turun ke jalan menjelang Lebaran karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia memilih mengemis di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Iya, saya dari Ciomas. Daripada berbuat jahat, lebih baik begini. Tidak tentu hasilnya, kadang Rp 30.000, kadang juga tidak dapat sama sekali,” ujarnya.

Berbeda dengan Sambudi, Kokom (55), warga Kebun Pala, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengaku tidak secara langsung meminta-minta. Dalam aksinya, ia menggunakan modus "manusia karung" dengan berpura-pura menjadi pemulung yang sedang beristirahat di pinggir jalan.

“Saya tidak mengemis, ini beli kardus. Namun kalau ada yang memberi, ya saya terima saja,” katanya.

Kokom mengaku penghasilannya juga tidak menentu. Namun dalam sehari ia mengaku bisa memperoleh uang lebih dari Rp 100.000 dari pemberian warga.

“Tidak tentu juga. Ini baru dapat satu amplop isinya Rp 50.000,” tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

EKONOMI
Puncak Arus Balik 2026, Skema TBB Diterapkan di Pelabuhan Bakauheni

Puncak Arus Balik 2026, Skema TBB Diterapkan di Pelabuhan Bakauheni

NUSANTARA
Hindari Macet Siang, Ribuan Pemudik Motor Padati Ketapang Sabtu Malam

Hindari Macet Siang, Ribuan Pemudik Motor Padati Ketapang Sabtu Malam

JAWA TIMUR
Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

JAWA BARAT
53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

JAKARTA
Nagreg Diguyur Hujan, 55.811 Kendaraan Tetap Terjang Arus Balik

Nagreg Diguyur Hujan, 55.811 Kendaraan Tetap Terjang Arus Balik

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT