Satai Kerbau Legendaris Kudus, Cita Rasa Manis-Gurih sejak 1960-an
Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:22 WIB
Kudus, Beritasatu.com – Jika sedang berburu santap siang di Kudus, Jawa Tengah, jangan lewatkan warung legendaris penyaji satai kerbau yang telah eksis sejak tahun 1960-an. Dengan cita rasa manis dan gurih, cara penyajiannya pun unik, satai dibakar langsung di depan pelanggan, dan pengunjung bebas mengambil sepuasnya alias prasmanan.
Aroma sedap dari sate kerbau tercium kuat di warung sederhana yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, sekitar Pasar Kliwon, Kudus. Begitu masuk, pengunjung akan disambut kepulan asap yang menggoda dari proses pembakaran satai yang dilakukan tepat di depan meja saji.
Berbeda dari warung satai pada umumnya, tempat ini mempertahankan tradisi lama yaitu, memasak satai di depan pelanggan dan menyajikannya di baskom besar. Pengunjung dipersilakan mengambil sendiri satai sesuai selera. Bagi pencinta pedas, tersedia pula cabai rawit rebus di meja saji.
Salah seorang pelanggan, Sam’ani Intakoris mengaku tidak pernah bosan menikmati kuliner khas Kudus ini. Tekstur daging kerbau yang empuk dan bumbu rempah yang kaya membuat cita rasa sate semakin menggugah.
“Ini satai kerbau legendaris, sudah generasi keempat. Kita bisa makan nasi sepuasnya, lalu baru dihitung tusuk satai yang dimakan,” ujar Sam’ani, Senin (20/10/2025).
Pelanggan pun datang dari berbagai daerah. Mia, salah satu pengunjung yang rutin mampir setiap pulang dari perantauan, mengaku satai kerbau selalu menjadi kuliner wajib.
“Rasanya enak dan unik, apalagi bisa melihat langsung proses pembakarannya di depan mata,” kata Mia.
Pemilik warung Bambang Sutomo merupakan generasi keempat penerus usaha ini. Ia mulai berjualan sendiri sejak 1996. Rahasia kelezatan satai kerbau ini menurutnya, terletak pada proses pembacemannya sebelum dibakar.
“Kalau satai kambing kan langsung disunduki. Kalau satai kerbau ini dibumbui dahulu, dibacem dengan rempah agar dagingnya empuk dan meresap,” jelasnya.
Harga satai kerbau prasmanan ini pun ramah di kantong, hanya Rp 5.000 per tusuk.
Selain nikmat, kuliner ini juga menyimpan nilai sejarah dan toleransi. Satai kerbau dikenal sebagai kuliner khas peninggalan Sunan Kudus (Syekh Ja’far Sadiq), salah satu wali sanga, yang tidak menganjurkan penyembelihan sapi demi menghormati kepercayaan umat lain. Karena itu, daging sapi diganti dengan kerbau, yang kemudian menjadi ikon kuliner khas Kudus hingga kini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




