ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Israel-AS vs Iran, 13 Jemaah Ponorogo Sempat Tertahan di Jeddah

Rabu, 4 Maret 2026 | 12:20 WIB
GW
RA
Penulis: Gayuh Satria Wicaksono | Editor: RP
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo Marjuni.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo Marjuni. (Beritasatu.com/Gayuh Satria Wicaksono)

Ponorogo, Beritasatu.com - Di tengah memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah akibat perang Israel bersama Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, sebanyak 38 warga Kabupaten Ponorogo tercatat masih menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Belasan jemaah juga dikabarkan sempat tertahan di Jeddah. 
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Indramayu Tunda Pulang

Data tersebut merupakan pembaruan terbaru dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo Marjuni menyampaikan, sebelumnya sempat beredar kabar jumlah jemaah mencapai 54 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi bersama para penyelenggara perjalanan umrah (PPU), angka tersebut kemudian akhirnya dikoreksi.

“Setelah kami lakukan pembaruan data, ternyata ada jemaah dari luar kota yang ikut terhitung, dan dua orang membatalkan keberangkatan. Total warga Ponorogo yang saat ini beribadah umrah sebanyak 38 orang,” kata Marjuni saat ditemui Beritasatu.com, Rabu (4/3/2026).

Ia memastikan seluruh jemaah yang berada di Makkah maupun Madinah dalam kondisi aman dan sehat. Ibadah juga disebut berjalan lancar sesuai agenda masing-masing rombongan.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pihaknya menerima laporan adanya 13 jemaah dari salah satu PPU yang sempat tertahan di Jeddah saat hendak kembali ke Indonesia. Belasan jemaah tersebut mengalami penundaan kepulangan hingga tiga malam atau overstay di sekitar area bandara.

“Informasi terakhir yang kami terima, pagi ini jemaah tersebut sudah diterbangkan dari Jeddah dan mendarat melalui Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam,” jelas Marjuni.

Selama masa penundaan, jemaah diinformasikan tetap berada di penginapan sekitar bandara sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan dan memastikan kondisi keamanan. PPU terkait disebut bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan serta kebutuhan jemaah selama proses tersebut.

Marjuni menegaskan, hingga saat ini belum ada pemberangkatan baru jemaah umrah dari Ponorogo. Kebijakan itu mengikuti imbauan resmi dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah RI terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Selama imbauan dan edaran tersebut belum dicabut, kami meminta seluruh PPU untuk menahan keberangkatan jemaah. Edukasi kepada calon jemaah terus kami dorong agar menunggu situasi benar-benar aman,” tegasnya.

Sementara itu, bagi jemaah yang sudah berada di Tanah Suci, proses pemulangan tetap diupayakan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah memastikan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta terus berkoordinasi dengan PPU resmi terkait jadwal keberangkatan maupun kepulangan.

“Dengan situasi yang masih dinamis, calon jemaah diminta bersabar dan menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. Berangkat menunggu aman,” pungkas Marjuni.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT