Apa Itu Hoarding Disorder? Kenali Penyebab dan Gejalanya
Rabu, 17 Juli 2024 | 17:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Belakangan ini sebuah video tentang seorang pemilik kos yang menggerebek salah satu penghuni viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok @siskavizar, terlihat sebuah kamar yang berserakan dengan sampah dan penuh dengan barang.
Hal ini juga menimbulkan bau tidak sedap dari kamar tersebut. Banyak warganet yang menduga, penghuni kos itu mengidap hoarding disorder. Lantas, apa yang dimaksud dengan hoarding disorder? Berikut ini penjelasannya.
Apa Itu Hoarding Disorder?
Hoarding disorder atau gangguan penimbunan adalah kondisi seseorang mengalami kesulitan ekstrem untuk membuang barang-barang, meskipun barang tersebut sudah tidak terpakai, rusak, atau bahkan berbahaya. Barang-barang ini ditimbun secara berlebihan, sehingga memenuhi ruangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gangguan ini dapat berbahaya karena mengganggu kehidupan pengidapnya. Hoarding disorder juga dapat menyebabkan stres dan rasa malu dalam kehidupan sosial, yang bisa mengganggu hubungan keluarga dan pekerjaan. Selain itu, kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan tidak aman.
Penyebab Hoarding Disorder
Penyebab pasti dari hoarding disorder belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi seperti berikut ini.
- Kehilangan atau kesedihan
Kehilangan orang yang dicintai atau peristiwa traumatis lainnya dapat memicu hoarding disorder sebagai cara untuk mengatasi kesedihan.
- Trauma masa kecil
Pengalaman traumatis di masa kecil, seperti kehilangan barang berharga atau tidak tercapainya suatu keinginan, dapat memengaruhi perilaku penimbunan.
- Riwayat keluarga
Sebuah penelitian menunjukkan hoarding disorder dapat diturunkan dalam keluarga. Pengidap sering kali melihat salah satu anggota keluarganya yang mengalami gangguan ini dan meniru perilaku tersebut.
- Memiliki gangguan mental lain
Orang dengan hoarding disorder lebih berisiko memiliki gangguan mental lainnya, seperti depresi, kecemasan, atau obsessive compulsive disorder (OCD).
Gejala Hoarding Disorder
- Menimbun barang berlebihan
Pengidap akan menimbun barang-barang di berbagai tempat, seperti rumah, mobil, atau bahkan tempat kerja, hingga menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.
- Kesulitan membuang barang
Pengidap hoarding disorder akan merasa sangat sulit untuk membuang barang, bahkan yang sudah rusak atau tidak terpakai. Pengindap merasa barang tersebut akan berguna suatu saat nanti.
BACA JUGA
Apa Itu Bediding pada Musim Kemarau?
- Memiliki ikatan emosional pada barang
Para pengidap akan merasa memiliki ikatan emosional dengan barang-barangnya dan sulit untuk melepaskannya.
- Menyangkal masalah
Pengidap hoarding disorder sering menyangkal bahwa mereka memiliki masalah serta tidak mau mencari bantuan, karena mereka tidak percaya dengan orang lain.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




