ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Puasa Saat Ramadan Benarkah Bisa Membantu Atasi GERD dan Maag?

Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:06 WIB
LL
RA
Penulis: Lintang Leila | Editor: RP
Ilustrasi penderita Gerd dan maag.
Ilustrasi penderita Gerd dan maag. (Freepik/Jcomp)

Jakarta, Beritasatu.com – Puasa sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan berat badan hingga memperbaiki metabolisme tubuh. Namun, muncul pertanyaan: apakah puasa benar-benar dapat menyembuhkan gastroesophageal reflux disease (GERD) dan maag?

Sebagian masyarakat percaya menahan makan dan minum dalam waktu tertentu memberikan istirahat bagi sistem pencernaan, sehingga keluhan asam lambung berkurang. Meski demikian, para ahli menegaskan hubungan puasa dan kesehatan lambung tidak sesederhana itu.

Mengenal GERD dan Maag

Sebelum membahas pengaruh puasa, penting memahami perbedaan antara GERD dan maag.

ADVERTISEMENT
  • GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup yang memisahkan lambung dan esofagus. Gejala yang muncul antara lain heartburn, sensasi asam di mulut, mual, perut kembung, dan nyeri di ulu hati.
  • Maag (Gastritis) adalah peradangan pada lapisan lambung, yang bisa dipicu oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, pola makan tidak teratur, obat tertentu, hingga stres.

Meskipun keduanya terkait sistem pencernaan, mekanisme dan penanganannya berbeda.

Pengaruh Puasa terhadap GERD

Beberapa penelitian internasional memperlihatkan bahwa puasa, khususnya puasa Ramadan yang mirip dengan intermittent fasting, dapat membantu menurunkan gejala GERD. Selama dan setelah Ramadan, keluhan seperti sensasi terbakar (heartburn) dan regurgitasi dilaporkan menurun pada sejumlah pasien.

Para peneliti menyimpulkan, puasa dapat menjadi bentuk modifikasi gaya hidup untuk mengurangi gejala GERD. Namun, mekanisme biologis yang mendasari hal ini masih terus dipelajari.

Mengapa Puasa Bisa Membantu Pencernaan

Puasa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan lambung karena beberapa faktor:

  1. Memberi waktu istirahat bagi organ pencernaan: Ketika tubuh tidak terus-menerus mencerna makanan, lambung dan organ lain dapat menyeimbangkan aktivitasnya.
  2. Mengatur pola makan: Jadwal sahur dan berbuka membuat pola makan lebih teratur, membantu mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan yang memicu gangguan lambung.
  3. Menekan peradangan: Periode tanpa asupan makanan dapat membantu menurunkan inflamasi di saluran pencernaan.

Puasa Tidak Selalu Aman untuk Semua Orang

Respons tubuh terhadap puasa sangat individual. Artinya, tubuh setiap orang bisa beraksi berbeda-beda. Beberapa studi menemukan perubahan pola makan selama Ramadan justru dapat memicu gangguan pencernaan, seperti dispepsia, terutama pada lansia dan perempuan. Makan berlebihan saat berbuka juga meningkatkan risiko refluks.

Oleh karena itu, pengidap GERD diimbau untuk menghindari makanan berlemak dan pedas, menhindari langsung tidur setelah makan, mengatur porsi makan agar tidak berlebihan dan menjaga kondisi psikologis agar tidak stres. Jika gejala tetap muncul atau memburuk, sebaiknya segera konsultasi ke dokter agar penanganannya tepat. 

Trik Aman Berpuasa untuk Penderita GERD dan Maag

  • Jangan melewatkan sahur agar lambung tidak terlalu lama kosong.
  • Pilih makanan mudah dicerna: Nasi, sayur, protein rendah lemak.
  • Hindari kopi, gorengan, dan makanan pedas.
  • Makan berbuka secara bertahap, jangan langsung sekaligus makan dalam porsi besar.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mencegah naiknya asam lambung,

Dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat, penderita GERD dan maag tetap dapat menjalankan puasa Ramadan dengan aman dan nyaman tanpa gangguan. 

Puasa memiliki potensi membantu mengurangi gejala GERD pada sebagian orang, tetapi bukan menjadi obat permanen. Efektivitasnya bergantung pada kondisi tubuh, pola makan, dan gaya hidup. Perencanaan makan yang baik dan konsultasi dengan dokter tetap penting dilakukan agar kesehatan lambung tetap terjaga selama menunaikan ibadah puasa Ramadan. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pingsan Saat Puasa, Otomatis Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

Pingsan Saat Puasa, Otomatis Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

LIFESTYLE
Tetap Olahraga Saat Puasa? Perhatikan 7 Hal Penting Ini

Tetap Olahraga Saat Puasa? Perhatikan 7 Hal Penting Ini

LIFESTYLE
Puasa Ramadan, Begini Cara Orang Tua Tetap Sabar Hadapi Anak

Puasa Ramadan, Begini Cara Orang Tua Tetap Sabar Hadapi Anak

LIFESTYLE
Cara Aman Ibu Menyusui Jalani Puasa Ramadan Tanpa Ganggu Produksi ASI

Cara Aman Ibu Menyusui Jalani Puasa Ramadan Tanpa Ganggu Produksi ASI

LIFESTYLE
Panduan Penderita Maag Tetap Aman dan Nyaman Jalani Puasa Ramadan

Panduan Penderita Maag Tetap Aman dan Nyaman Jalani Puasa Ramadan

LIFESTYLE
Tidak Salat Tarawih Saat Ramadan, Apakah Puasa Tetap Diterima?

Tidak Salat Tarawih Saat Ramadan, Apakah Puasa Tetap Diterima?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon