ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Efisiensi Anggaran, Kemdiktisaintek Pangkas Dana Riset di Perguruan Tinggi

Selasa, 11 Februari 2025 | 14:34 WIB
SW
R
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: RZL
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman. (Beritasatu.com/Stefani Wijaya)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan melakukan pemangkasan dana riset sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengungkapkan riset dan pengembangan merupakan bagian dari proses efisiensi anggaran tersebut.

"Kami dari riset dan pengembangan tentunya bagian dalam proses efisiensi ini," ujar Fauzan saat ditemui wartawan di Gedung D Kemdiktisaintek, Selasa (11/2/2025).

Namun, Fauzan menambahkan, berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012, dana riset harus minimal 30% dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Oleh karena itu, pihaknya tetap berupaya agar dana riset tidak terlalu dipangkas.

ADVERTISEMENT

Dengan anggaran kementerian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 57 triliun, dana untuk riset diperkirakan sekitar Rp 1,2 triliun. Di tengah upaya efisiensi anggaran, Kemdiktisaintek sedang melakukan penyesuaian anggaran di sektor penelitian.

Walau begitu, penelitian-penelitian yang sifatnya tidak terlalu krusial akan diprioritaskan untuk ditunda. Saat ini, pihak Kemdiktisaintek telah mengidentifikasi beberapa penelitian yang bisa ditunda, guna memastikan alokasi dana riset tetap berjalan dengan optimal.

Fauzan juga menyampaikan dari data tahun lalu, dari sekitar 240.000 dosen yang ada, hanya sekitar 16.000 yang dapat memperoleh dana penelitian, atau sekitar 7%.

"Jika pemangkasan dana riset (imbas efisiensi anggaran) terus berlanjut, tentu jumlah dosen yang mendapatkan dana penelitian akan semakin sedikit. Efisiensi ini memang cukup sulit, terutama dengan pengurangan jumlah dosen yang dapat menerima dana penelitian," ungkap Fauzan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WFH ASN Belum Pasti, Menkeu Tunggu Harga Minyak Dunia

WFH ASN Belum Pasti, Menkeu Tunggu Harga Minyak Dunia

NASIONAL
Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

JAKARTA
Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Makassar Sukses Hemat hingga Rp 60 M

Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Makassar Sukses Hemat hingga Rp 60 M

SULAWESI SELATAN
Purbaya Tak Keberatan Gaji Menteri Dipotong hingga 25 Persen

Purbaya Tak Keberatan Gaji Menteri Dipotong hingga 25 Persen

EKONOMI
WFH Jurus Hemat di Tengah Perang

WFH Jurus Hemat di Tengah Perang

B-PLUS
Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon