ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

Sabtu, 25 April 2026 | 19:26 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno saat meninjau kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno saat meninjau kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa, 21 April 2026. (Antara/Pemprov Jakarta)

Jakarta, Beritasatu.com – Rencana pembangunan kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta yang sudah sempat dianggarkan oleh pemerintah provinsi terpaksa harus ditunda, karena ada kebijakan efisiensi anggaran.

“Sebetulnya sudah didesain dan dianggarkan, cuma terkena efisiensi,” kata Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno terkait rencana pembangunan kantor Satpol PP Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Rano mengatakan usulan pembangunan kantor Satpol PP kembali dibahas bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung. Evaluasi diperlukan seiring upaya Jakarta menuju kota global.

ADVERTISEMENT

“Kemarin saya sempat bicara dengan pak gubernur, sepertinya kita harus evaluasi lagi masalah ini. Apalagi kita mau jadi kota global,” ujar Rano.

Rano mengaku prihatin terhadap kondisi personel Satpol PP yang belum memiliki fasilitas istirahat memadai saat bertugas di lapangan. Padahal, tugas penegakan peraturan daerah menuntut kesiapan fisik yang baik.

Kondisi tersebut dinilai tidak ideal karena Satpol PP sebagai institusi besar seharusnya memiliki markas komando (mako) untuk menunjang operasional.

“Maaf, istilahnya kalau misal polisi tidak punya polda kan aneh. Makanya kalau Satpol PP tidak punya mako, itu aneh,” ujar Rano.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Jakarta Satriadi Gunawan menyampaikan harapan agar instansinya memiliki kantor sendiri yang representatif. Keberadaan kantor dinilai penting untuk meningkatkan kinerja serta kenyamanan personel.

“Jakarta itu belum punya kantor Satpol PP. Kami masih menumpang di Blok H, Balai Kota, di lantai 16. Kadang kalau ada kunjungan dari wilayah atau daerah, kami masih menerima di Balai Kota karena belum ada kantor sendiri,” ungkap Satriadi.

Satriadi menilai kebutuhan kantor menjadi semakin mendesak mengingat status Jakarta sebagai kota global dan kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura.

Jumlah personel Satpol PP Jakarta saat ini mencapai 5.000 orang, sehingga membutuhkan fasilitas yang memadai untuk mendukung pengawasan dan koordinasi kerja.

“Kami sudah punya lahan di Cempaka Putih. Itu juga kemarin saya sampaikan sangat urgent, untuk bisa mengontrol anggota kami. Kami juga sudah mengusulkan ke pak wagub saat kunjungan,” jelas Satriadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rano Karno: Saya Bersyukur Sekali Jakarta Masuk Kota Terbaik Dunia

Rano Karno: Saya Bersyukur Sekali Jakarta Masuk Kota Terbaik Dunia

JAKARTA
Pramono dan Rano Karno Hadiri Haul Akbar Ulama-Habaib Betawi di Monas

Pramono dan Rano Karno Hadiri Haul Akbar Ulama-Habaib Betawi di Monas

JAKARTA
Rano Karno Pastikan Siswa Korban Kebakaran Kemayoran Ujian Susulan

Rano Karno Pastikan Siswa Korban Kebakaran Kemayoran Ujian Susulan

JAKARTA
Rano Karno Ajak Korban Kebakaran Kemayoran Pindah ke Rusun

Rano Karno Ajak Korban Kebakaran Kemayoran Pindah ke Rusun

JAKARTA
Rano Karno: 95 Persen Kebakaran di Jakarta karena Korsleting Listrik

Rano Karno: 95 Persen Kebakaran di Jakarta karena Korsleting Listrik

JAKARTA
Wagub Rano Karno Tinjau Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran

Wagub Rano Karno Tinjau Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon