Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Ratusan Pimpinan Ormas Islam
Jumat, 6 Maret 2026 | 07:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nusron Wahid mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah isu nasional hingga geopolitik kepada para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dan buka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Disampaikan Nusron, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan dua hal utama dalam diskusi bersama para pimpinan ormas Islam. Pertama, presiden memaparkan perkembangan geopolitik dan geoekonomi global baik konflik di Gaza, Palestina, serta dampak dari serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran yang berpotensi memengaruhi Indonesia.
"Tadi disampaikan bagaimana kondisi global," kata Nusron dalam konferensi pers, Kamis (5/3/2026).
Nusron menyebut para tokoh agama berharap Indonesia dapat terus berperan dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah serta meredakan ketegangan Iran dan Amerika Serikat-Israel agar tidak memicu gejolak kawasan.
Pemerintah, kata Nusron, terus memonitor perang AS-Israel dengan Iran dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar eskalasi konflik tak berdampak signifikan terhadap Indonesia.
"Bapak presiden turut menjelaskan kondisi kekinian yang ada menyangkut bagaimana pascaserangan daripada Israel dan Amerika terhadap Iran, dan kemungkinan dampak-dampaknya terhadap Indonesia," paparnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menjelaskan kondisi terkini ekonomi dan sosial di dalam negeri. Salah satunya mengenai keputusan Indonesia menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.
Nusron menegaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai solusi saling menguntungkan untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika dan menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara.
"Indonesia dianggap surplus US$ 24 milliar terhadap perdagangan dengan Amerika. Daripada kita kena tarif tinggi, kalau kita kena tarif tinggi 32%, berarti produk-produk Indonesia di Amerika lebih mahal 32%. Karena itu supaya produk-produk Indonesia kompetitif di Amerika, itulah menjadi latar belakang kenapa Indonesia menerima reciprocal trade tersebut," jelas Nusron.
Sebagai tindak lanjut, Nusron menegaskan para ulama dan pimpinan ormas Islam sepakat menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung upaya perdamaian sekaligus menjaga stabilitas nasional.
Hadir dalam acara buka puasa bersama dengan Presiden Prabowo antara lain para tokoh dari unsur pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mubaligh, hingga pimpinan pondok pesantren.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




