ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kapan Lebaran 2026? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:30 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Ilustrasi Idulfitri.
Ilustrasi Idulfitri. (Freepik/Ahsan Design)

Jakarta, Beritasatu.com - Lebaran 2026 atau hari raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung pada pekan ketiga Maret 2026. Meski demikian, perayaan Idulfitri di Indonesia berpotensi tidak berlangsung secara bersamaan.

Perbedaan ini berkaitan dengan metode penentuan awal bulan Syawal yang digunakan oleh pemerintah dan sejumlah organisasi Islam. Perbedaan metode tersebut berkaitan dengan dua pendekatan utama dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu hilal lokal dan hilal global.

Kedua pendekatan ini menghasilkan kemungkinan tanggal yang berbeda untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H. Lantas, kapan sebenarnya Lebaran 2026?

Potensi Perbedaan Penetapan Lebaran 2026

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa kemungkinan perbedaan Lebaran 2026 muncul karena penggunaan pendekatan hilal lokal dan hilal global.

ADVERTISEMENT

Hilal lokal merupakan metode yang menentukan awal bulan Hijriah berdasarkan posisi hilal yang terlihat di wilayah tertentu, seperti Indonesia atau kawasan Asia Tenggara. Metode ini digunakan pemerintah Indonesia dalam menetapkan awal Ramadan maupun Syawal.

Sebaliknya, pendekatan hilal global tidak dibatasi oleh wilayah geografis tertentu. Jika di suatu tempat di dunia hilal sudah memenuhi kriteria visibilitas, maka awal bulan Hijriah dapat diberlakukan secara global. Pendekatan ini menjadi dasar yang digunakan Muhammadiyah melalui konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Menurut perhitungan astronomi, posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan 19 Maret 2026 diperkirakan belum memenuhi kriteria yang digunakan oleh pemerintah Indonesia dan negara anggota MABIMS.

Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat dinyatakan memenuhi standar visibilitas. Berdasarkan perhitungan tersebut, posisi hilal di kawasan Asia Tenggara pada waktu magrib tanggal 19 Maret 2026 diperkirakan masih berada di bawah batas tersebut.

Jika merujuk pada standar ini, maka awal Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. Dengan demikian, Lebaran kemungkinan besar dirayakan pada Sabtu (21/3/2026), meskipun keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Jadwal Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal 1 Syawal 1447 H. Organisasi ini memutuskan bahwa hari raya Idulfitri akan jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab yang digunakan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keputusan ini tercantum dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Dalam perhitungan KHGT, ijtimak atau konjungsi bulan diperkirakan terjadi pada Kamis (19/3/2026). Setelah peristiwa tersebut, pada saat matahari terbenam terdapat wilayah di dunia yang telah memenuhi Parameter Kalender Global.

Parameter tersebut mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat. Jika syarat ini terpenuhi di salah satu wilayah di dunia, maka awal bulan baru dalam kalender global dapat ditetapkan.

Berdasarkan kriteria tersebut, Muhammadiyah menetapkan bahwa Idulfitri 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Penetapan Lebaran 2026 Versi Pemerintah

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum secara resmi menetapkan tanggal Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H. Penetapan tersebut biasanya diputuskan melalui sidang isbat yang dilaksanakan menjelang akhir Ramadan.

Sidang isbat untuk menentukan awal Syawal diperkirakan akan berlangsung pada Kamis (19/3/2026) yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat akan digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Dalam proses tersebut, pemerintah akan memadukan dua pendekatan, yakni data hisab atau perhitungan astronomi dan hasil rukyatulhilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Selain itu, sidang isbat juga melibatkan berbagai pihak agar keputusan yang dihasilkan dapat diterima secara luas oleh masyarakat.

Beberapa lembaga yang dilibatkan antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta berbagai planetarium dan observatorium di Indonesia.

Pemerintah juga mengundang perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, untuk menyampaikan pandangan serta data yang dimiliki.

Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap keputusan mengenai Lebaran 2026 dapat menjadi rujukan bersama bagi umat Islam di Indonesia.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, hari raya Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Namun demikian, kepastian tanggalnya tetap menunggu keputusan resmi dari sidang isbat.

Perkiraan Lebaran 2026 Versi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatulhilal dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung keberadaan hilal setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Ramadan.

Pengamatan hilal biasanya dilaksanakan di berbagai lokasi di Indonesia yang telah ditentukan sebelumnya. Jika hilal berhasil terlihat, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai 1 Syawal.

Sebaliknya, apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari terlebih dahulu.

Karena bergantung pada hasil pengamatan langsung, tanggal pasti Lebaran versi Nahdlatul Ulama umumnya baru dapat dipastikan mendekati akhir Ramadan.

Meski demikian, berdasarkan perhitungan astronomi awal, Idulfitri 1447 H diperkirakan berpotensi jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.

Perkiraan Lebaran 2026 di Indonesia menunjukkan adanya kemungkinan perbedaan tanggal antara beberapa pihak. Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri pada Jumat (20/3/2026) melalui metode hisab dan konsep kalender global.

Sementara itu, pemerintah Indonesia bersama negara anggota MABIMS cenderung mengarah pada Sabtu (21/3/2026) berdasarkan kriteria visibilitas hilal. Pada sisi lain, Nahdlatul Ulama masih menunggu hasil rukyatulhilal yang dilakukan pada akhir Ramadan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Anggaran Rp 911 Miliar, Diskon Lebaran 2026 Tekan Inflasi

Anggaran Rp 911 Miliar, Diskon Lebaran 2026 Tekan Inflasi

MULTIMEDIA
Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng pada 10-12 April

Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng pada 10-12 April

JAKARTA
Survei ITS: Kereta Api Jadi Moda Paling Memuaskan Saat Lebaran 2026

Survei ITS: Kereta Api Jadi Moda Paling Memuaskan Saat Lebaran 2026

NASIONAL
Mudik Lebaran 2026: Warga Pilih Kereta Api hingga Pakai Private Jet

Mudik Lebaran 2026: Warga Pilih Kereta Api hingga Pakai Private Jet

NASIONAL
Bandara Soetta Layani 3,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

Bandara Soetta Layani 3,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

BANTEN
3 Hari, 663 Pendatang Baru Masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2026

3 Hari, 663 Pendatang Baru Masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2026

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT