KPK Pindahkan Penahanan Gubernur Riau Abdul Wahid, Ini Alasannya
Rabu, 11 Maret 2026 | 11:32 WIB
Pekanbaru, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan penahanan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK di Jakarta ke Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Pemindahan ini dilakukan untuk mempermudah proses persidangan yang akan segera digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Abdul Wahid tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 09.45 WIB, bersama dua tersangka lainnya, yakni Arif Setiawan dan Dani Nusalam.
Pantauan Beritasatu.com, ketiga tersangka kasus suap dan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau itu keluar dari pintu kedatangan domestik Bandara SSK II dan langsung menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Pekanbaru dengan pengawalan ketat aparat.
Saat menuju mobil tahanan, Abdul Wahid tidak banyak berkomentar terkait kasus yang menjeratnya. Dia hanya menjawab singkat soal kondisi kesehatannya.
"Alhamdulillah sehat," ujar Abdul Wahid.
Juru Bicara Gerakan Keadilan untuk Wahid Rinaldi mengatakan pihaknya telah menyiapkan bantuan hukum dan pengacara untuk membela Abdul Wahid dalam persidangan mendatang.
“Kami nyatakan sangat siap untuk menghadapi sidang,” ujar Rinaldi.
Rinaldi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan bukti baru yang diyakini dapat membuktikan Abdul Wahid tidak bersalah dan tidak terlibat dalam dugaan korupsi "jatah preman" di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau.
“Kami telah menemukan hal-hal baru yang dapat dijadikan senjata pamungkas nantinya di persidangan yang menyatakan bahwa Abdul Wahid tidak bersalah,” ungkapnya.
Rinaldi menambahkan kondisi kesehatan Abdul Wahid saat ini dalam keadaan baik setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




