Istana Buka Suara Soal Efisiensi Program MBG
Jumat, 27 Maret 2026 | 18:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pihak istana buka suara menanggapi usulan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mempertimbangkan pengurangan hari pemberian program makan bergizi gratis (MBG) dari enam kali menjadi lima kali dalam satu minggu. Rencana ini diharapkan dapat menekan anggaran hingga sekitar Rp 40 triliun.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, kebijakan ini masih dalam tahap finalisasi.
“Sedang kita finalkan,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (27/3/2026).
Ia menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyisir anggaran di seluruh kementerian dan lembaga untuk meredam dampak konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga minyak yang berimbas pada alokasi belanja negara. Hingga kini, nilai anggaran yang telah direalokasi mencapai Rp 81 triliun.
“Itu kan bagian dari semua yang saya sisir,” tegasnya.
Secara terpisah, sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai efisiensi anggaran MBG dapat dilakukan untuk mengalihkan dana ke belanja yang lebih produktif. Meski demikian, Purbaya menegaskan kualitas makanan yang diberikan tidak akan dikurangi.
“Mereka (Badan Gizi Nasional) melakukan efisiensi sendiri. Lalu mereka menanyakan ke saya. Selama ada efisiennya, saya setuju saja. Dan tidak mengurangi kualitas makanannya sendiri,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Purbaya menekankan, efisiensi anggaran dilakukan dalam tiga tahap. Tujuannya adalah agar anggaran yang sebelumnya digunakan untuk belanja nonproduktif dapat dialihkan ke belanja yang lebih prioritas dan memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
Iran Bantah Tangkap Pilot Jet Tempur AS
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk




