ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasien Covid-19 Belum Dapat Obat dari Telemedisin, Ini Solusinya

Rabu, 16 Februari 2022 | 13:13 WIB
MB
WM
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: WM
Obat gratis bagi penderita Covid-19.
Obat gratis bagi penderita Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan akses layanan telemedisin untuk pasien Covid-19 guna mendapat penanganan medis lebih dini berupa telekonsultasi dan paket obat gratis.

Namun, tidak semua pasien Covid-19 mendapat layanan ini, hanya pasien yang melakukan pemeriksaan atau tes Covid-19 pada laboratorium yang merupakan jejaring dari sistem new all record (NAR) Kemenkes.

Untuk itu, bagi masyarakat yang tidak mendapat akses layanan obat gratis dan telekonsultasi karena melakukan pemeriksaan di laboratorium non-NAR, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan di puskesmas terdekat. Dalam hal ini, anggota keluarga atau kerabat terdekat pasien Covid-19 dapat mendatangi puskesmas dengan membawa hasil rapid antigen atau swab PCR positif untuk mendapatkan obat dan layanan konsultasi langsung.

Baca Juga: Ini Cara Mengakses Layanan Telemedisin bagi Pasien Omicron

ADVERTISEMENT

Nadia menjelaskan, ketika puskesmas mendapat hasil swab tersebut, tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas dapat langsung melakukan pengecekan data dan informasi dengan meminta nomor kontak pasien Covid-19 untuk melakukan telekonsultasi guna memastikan pasien tersebut melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat (isoman/isoter) bagi pasien tanpa gejala dan gejala ringan. Sementara pasien dengan gejala sedang dan berat mendapat penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

"Untuk tanpa gejala dan gejala ringan ini akan mendapatkan paket obat yang sama dengan yang diberikan melalui layanan telemedisin. Bahkan, mereka bisa mendapat obat lebih, misalnya obat penurun panas dan lain-lain karena konsultasi langsung dari puskesmas dan ada ketersedian obat tambahan lain," kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (16/2/2022).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

Singgung Covid-19, Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK

NASIONAL
IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

IDAI Serukan langkah untuk Antisipasi Hantavirus

LIFESTYLE
Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Akankah Jadi Pandemi Baru?

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

Varian Covid-19 Cicada Dipastikan Belum Masuk Indonesia

LIFESTYLE
Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

Varian Covid-19 Cicada Muncul di Banyak Negara, Ini Gejalanya

LIFESTYLE
Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

Covid-19 Bisa Tinggalkan Dampak Permanen di Otak, Ini Temuannya

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon