Unduh Data Blackbox Cuma 3 Hari, Baca Data yang Lama

Senin, 12 Januari 2015 | 20:43 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Flight Data Recorder (FDR) pesawat AirAsia QZ8501 ditunjukkan kepada wartawan saat tiba di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin (12/1).
Flight Data Recorder (FDR) pesawat AirAsia QZ8501 ditunjukkan kepada wartawan saat tiba di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin (12/1). (Antara/Prasetyo Utomo)

Pangkalan Bun - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi mengatakan kesulitan yang akan ditemui oleh tim investigasi adalah membaca data-data yang terekam di Flight Data Recorder (FDR) milik pesawat AirAsia QZ8501. Pasalnya tim harus menganalisasi satu persatu.

"Kalau membuka dan men-download, dua dan tiga hari bisa. Membaca yang lama karena harus mengumpulkan investigator. Menganalisa satu persatu, itu yang lama apalagi membandingkan dengan (Airbus) Prancis yang punya pesawat," kata Tatang Kurniadi, dalam keterangan pers Senin (12/1).

Namun Tantang menambahkan pihaknya yakin akan bisa mengungkap misteri kecelakaan yang menimpa AirAsia QZ8501. KNKT, lanjut Tatang, memiliki pengalaman panjang dalam mengungkap kecelakaan udara dengan membaca 1.000 kotak hitam. Ditambahkan untuk modul yang berisi memori di dalam FDR masih utuh.

"Ini terbuat dari baja tebal. Kalau jatuh ke api sanggup bertahan di 1.200 derajat Celcius. Yang terpenting memori. Ini kan terendam di air dua minggu. Kita punya pengalaman ada yang terendam di air delapan bulan tetapi masih bagus," ujarnya, merujuk pada kasus kecelakaan pesawat Adam Air 1 Januari 2007.

Seperti diketahui, tim berhasil mengevakuasi FDR dengan nomor komponen PN-2100-4043-02 dan nomor seri SN-000556583.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon