Maruarar: Pencalonan Gibran Masih Berproses

Minggu, 22 Desember 2019 | 19:55 WIB
HS
FH
Penulis: Hotman Siregar | Editor: FER
Gibran Rakabuming mengisi formulir sebelum mengikuti fit and proper test, Sabtu, 21 Desember 2019.
Gibran Rakabuming mengisi formulir sebelum mengikuti fit and proper test, Sabtu, 21 Desember 2019. (Suara Pembaruan/Stefy Thenu)

Jakarta, Beritasatu.com - Penjaringan bakal calon wali kota Solo di internal PDI Perjuangan (PDIP) hingga saat ini masih terus berproses.Termasuk dengan majunya putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming, yang mendaftar melalui PDIP.

Ngabalin: Gibran Tak Bicara Pencalonan Wali Kota kepada Jokowi

Kader PDIP, Maruarar Sirait, mengatakan, proses ini bagian dari dinamika yang wajar dan biasa dalam tubuh PDIP. Sebagai partai yang demokratis, kader PDIP bisa menyalurkan gagasan dan pikirannya.

"Namun begitu keputusan diambil, semuanya solid menjaga, mengawal dan memperjuangkan keputusan itu," ungkap Ara sapaan akrab Maruarar dalam diskusi bertajuk 'Jokowi Langgengkan Politik Dinasti' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2019).

Ara mengaku sebelum datang ke diskusi ini, dirinya menelepon dan meminta izin kepada Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. Sebab secara etika, pertama, Maruarar bukan lagi DPP PDIP. Kedua, Maruarar harus menanyakan dulu kepada Hasto terkait tema diskusi. "Kata Mas Hasto (proses penjaringan bakal calon kepala daerah) semua masih berproses," jelas Ara.

Anak dan Menantu Jokowi Maju Pilkada, Budiman Anggap Beban Moral

Ara mengatakan, proses ini pernah terjadi saat Pilkada 2012 di DKI Jakarta. Saat itu, kader-kader PDIP ada yang mendukung Jokowi, dan ada yang mau Fauzi Bowo serta ada juga yang mengusulkan calon lain. Namun, begitu diputuskan untuk mengusung Jokowi, semuanya kompak dan solid.

Ara pun percaya Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo merupakan sosok senior yang telah berkiprah lama dan seorang ideologis. Rudi sendiri dinilainya sedang menjalankan proses demokrasi di internal partai.

"Namun kita yakin, kalau sudah ada keputusan, Rudi, sahabat saya itu, akan taat pada keputusan dan akan jadi jurkam siapapun nantinya yang akan diusung. Gibran juga kalau nanti tak diusung, tidak akan daftar ke partai lain," ungkap Ara.

Terkait dengan mekanisme kaderisasi partai, Maruarar mengatakan, PDIP telah mempunyai sistem dan mekanisme.

Sedangkan Direktur Perludem, Titi Anggraini mengingatkan, partai harus memastikan proses rekrutmen politik berlangsung demokratis. Pasalnya, partai bertanggungjawab menghadirkan menu-menu yang sehat dalam politik.

"Partai politik harus ramah dan inklusif bagi setiap kadernya. Tidak boleh ada privilage, itu tidak adil," tandas Titi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon