Toko Pernak-pernik Imlek di Medan Mulai Diserbu Pembeli
Kamis, 1 Februari 2024 | 08:01 WIB
Medan, Beritasatu.com - Menjelang perayaan Hari Raya Imlek 2024, sejumlah warga keturunan Tionghoa di Kota Medan, Sumatera Utara, mulai berburu pernak-pernik Imlek, Rabu (31/1/2024). Toko pernak-pernik pun kebanjiran pembeli hingga mengalami peningkatan omzet hingga 20 persen.
Salah satu toko pernak-pernik Imlek yang ramai dikunjungi pembeli terletak di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.
Toko ini menjual beraneka ragam pernak-pernik Imlek mulai dari berbagai jenis lampion, angpau, stiker, boneka naga, hiasan rumah, serta alat persembahyangan.
Pernak-pernik Imlek dijual dengan harga yang bervariatif dan tergantung motif. Seperti angpau, stiker, dan boneka serta alat sembahyang dijual dengan harga mulai dari Rp 1.500 sampai dengan ratusan ribu rupiah.
Untuk pernak-pernik lampion dibanderol mulai dari harga Rp 100.000 sampai dengan Rp 1 juta.
Dari amatan Beritasatu.com, terlihat para karyawan tampak sibuk melayani para pembeli. Mereka memberi penjelasan terkait pernak-pernik yang nantinya akan dipasang di rumah pembeli.
Acai, pemilik toko pernak-pernik mengatakan, tokonya mulai ramai sejak awal Januari 2024 lalu hingga menjelang perayaan Imlek.
Menurutnya, ramainya toko membuat omzetnya mengalami peningkatan mencapai 20 persen dari hari biasanya.
"Untuk tahun ini penjualan okelah, ada peningkatan penjualan mencapai 20 persen. Yang paling diminati adalah angpau yang paling banyak. Di sini ada ratusan model ampau, mulai dari yang kertas, kain, plastik juga ada, serta lampion elektronik yang paling banyak dijual," kata Acai.
Selain menjual lampion, angpau, stiker, boneka naga, hiasan rumah, serta alat persembahyangan, toko pernak-pernik Imlek ini juga menjual beragam warna pohon sakura yang merupakan hasil produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Pohon sakura dibanderol mulai dari Rp 200.000 sampai jutaan rupiah sesuai dengan besar kecilnya.
"Untuk pohon sakura kita memang agak unik, kita menggunakan batang pohon telantar yang tidak terpakai dan kita kerja sama dengan UMKM. Kita bantu untuk pemasarannya. Jadi mereka mencari ranting atau batang kayu yang sudah tidak terpakai lagi, mereka pernis kemudian dirangkai menjadi satu batang pohon sakura," ujar Acai.
Acai juga menuturkan, situasi pembeli akan makin ramai pada saat tiga hari menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2024 mendatang.
"Puncaknya nanti tiga hari jelang Imlek, biasanya makin ramai pembeli. Jualan ini baru berkisar tujuh tahunan, makanya ramai, di sini lebih lengkap, apa pun ada di sini," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




