Imlek 2026 Tanpa Hujan di Jabodetabek, Benarkah Tanda Rezeki Seret?
Selasa, 17 Februari 2026 | 10:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hujan saat Tahun Baru Imlek dianggap membawa rezeki dan membawa keberuntungan untuk tahun depan (tahun baru). Namun, apakah jika tidak hujan pertanda tahunnya seret atau sedikit keberuntungan?
Selasa (17/2/2026) ini, masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek adalah salah satu perayaan terpenting dalam budaya Tionghoa. Perayaan tersebut tak hanya identik dengan warna merah, angpau, barongsai, dan kue bulan.
Namun perayaan hari raya Imlek juga identik dengan hujan. Tak sedikit orang Tionghoa percaya turunnya hujan ketika hari Imlek pertanda membawa keberkahan atau datangnya rezeki.
Jauh-jauh hari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) malah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan yang diperkirakan melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk Selasa, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Mereka memprakirakan sejumlah wilayah diprediksi memiliki potensi hujan lebat tertinggi, yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu. Dengan potensi intensitas hujan yang terjadi berkisar antara 20 hingga 100 milimeter per hari.
"Secara umum wilayah Jabodetabek masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Potensi hujan lebat terdapat di beberapa wilayah, yaitu di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu,” ujar prakirawan cuaca BMKG, Wahyu Argo kepada Beritasatu.com, Senin (16/2/2026).

Menanggapi momen perayaan Imlek yang kerap identik dengan hujan, prakirawan cuaca BMKG, Wahyu Argo menjelaskan, secara klimatologis tanggal perayaan Imlek memang berlangsung pada periode musim hujan.
“Saat ini kondisi tersebut dipengaruhi oleh Monsun Asia yang membawa massa udara basah dari Asia ke maritim Indonesia. Kemudian diperkuat oleh cold surge, gelombang Kelvin dan Rossby, konvergensi, serta dinamika cuaca yang lainnya yang membuat pembentukan awan hujan di wilayah yang dilalui menjadi lebih tinggi," paparnya.
Hanya saja saat ini kondisinya memang berbeda. Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, cuaca Imlek hari ini terasa panas. Bahkan malam sebelumnya tidak ada hujan hanya angin yang cukup kencang.
Columbia University dalam esai berjudul The Lunar New Year: Rituals and Legends menyebut tidak bisa dipungkiri Imlek identik dengan guyuran hujan yang dianggap membawa keberuntungan dan kesuburan.
Hanya saja dalam pemaparan tersebut disebutkan bahwa ketiadaan hujan bukan berarti salah satu tanda ketidakberuntungan. Apalagi pembuatan kalender China memang berakar pada cara petani kuno China membaca tanda-tanda alam.
"Kalender lunar, atau yang dikenal sebagai Kalender Xia, lahir sebagai alat navigasi bagi petani agar mereka tidak melewatkan momen penting untuk kelangsungan hidup," tulis mereka.
Salah satu alasan utama diciptakannya kalender ini adalah agar petani bisa memprediksi datangnya hujan musim semi. Di masa Dinasti Xia (abad ke-21 hingga 16 SM), terlambat menanam berarti kehilangan kesempatan mendapatkan air hujan yang berharga. Sebaliknya, terlambat memanen bisa membuat tanaman rusak terkena embun beku. Ketepatan waktu dalam bertani adalah masalah hidup dan mati.
Keberadaan hujan saat Imlek secara tradisional dianggap sebagai "pertanda baik" karena secara filosofis menandakan dimulainya siklus tanam yang subur. Namun, pada perayaan yang jatuh di pertengahan Februari 2026 ini, absennya hujan memicu diskusi tentang pergeseran pola cuaca. Meski kalender tradisional menetapkan waktu ini sebagai awal musim semi, realitas iklim di lapangan bisa menunjukkan hal yang berbeda.
Tiadanya hujan pada hari ini, Selasa, 17 Februari 2026, seolah menjadi pengingat akan dinamisnya hubungan antara manusia dan alam. Meskipun manusia telah menyempurnakan sistem penanggalan selama milenium untuk membaca alam, faktor lingkungan modern dan fenomena iklim global tetap memegang kendali atas turunnya hujan di hari yang dikeramatkan ini.
Pada akhirnya, esensi dari perayaan Imlek hari ini bukan hanya terletak pada rintik hujan yang membasahi bumi, melainkan pada persiapan mental manusia untuk memulai siklus baru. Seperti petani kuno yang tetap bersiap mengolah tanah meski hujan belum turun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




