Pasar Murah di Klenteng Tjong Hok Bio Diserbu Warga Terdampak Banjir
Rabu, 4 Maret 2026 | 07:13 WIB
Pati, Beritasatu.com — Ratusan warga memadati halaman Klenteng Tjong Hok Bio di Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). Mereka mengantre sejak siang untuk mendapatkan sembako dan kebutuhan Lebaran dengan harga terjangkau dalam program pasar murah bagi warga terdampak banjir.
Kegiatan sosial yang bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat ekonomi menengah ke bawah, khususnya mereka yang baru saja terdampak bencana banjir. Di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Idulfitri, pasar murah tersebut menjadi solusi meringankan beban warga.
Agar pembagian merata dan tidak terjadi pembelian berulang, panitia menerapkan sistem penandaan tinta pada jari setiap warga yang telah bertransaksi. Selain itu, pembelian gula dibatasi maksimal 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter per orang. Untuk produk makanan ringan dan kue Lebaran, warga diberikan kelonggaran.
Likah, salah satu warga Juwana, mengaku terbantu dengan selisih harga yang cukup jauh dibandingkan harga di pasaran. “Sangat membantu sekali, apalagi ini bulan Ramadan. Saya beli gula, sirup, dan makanan ringan. Harganya jauh lebih murah dibanding di luar,” ujar Likah dengan wajah semringah.
Hal serupa disampaikan Encul yang memanfaatkan pasar murah untuk menyiapkan kebutuhan hari raya lebih awal. “Ini beli jajan untuk stok Lebaran nanti. Kondisi sekarang apa-apa mahal, jadi adanya pasar murah ini sangat terasa manfaatnya,” tuturnya.
Penyelenggara kegiatan, Eddy Siswanto, mengatakan pihaknya menyediakan sekitar 600 paket sembako serta aneka kebutuhan Lebaran dengan harga jauh di bawah pasaran.
“Kami mengadakan pasar murah yang betul-betul murah untuk masyarakat terdampak pasca-banjir. Harapannya, mereka bisa ikut merayakan Lebaran dengan layak. Kebetulan momentumnya bertepatan dengan Cap Go Meh,” jelas Eddy.
Melalui kegiatan ini, Klenteng Tjong Hok Bio tidak hanya menjalankan tradisi keagamaan, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial dan mempererat solidaritas lintas umat beragama di Kabupaten Pati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




