ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Di Tengah Konflik, 43 Jemaah Umrah Asal Sulteng Pulang dengan Selamat

Kamis, 5 Maret 2026 | 09:37 WIB
RN
DM
Penulis: Rahmad Nur | Editor: DM
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulteng, H Muchlis, memastikan 43 warga yang umrah berhasil kembali ke Tanah Air dengan selamat di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulteng, H Muchlis, memastikan 43 warga yang umrah berhasil kembali ke Tanah Air dengan selamat di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. (Beritasatu.com/Rahmad Nur)

Palu, Beritasatu.com - Sebanyak 43 warga asal Sulawesi Tengah (Sulteng) yang umrah berhasil kembali ke Tanah Air di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulteng H Muchlis memastikan kepulangan jemaah tersebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Alhamdulillah, 43 warga sudah kembali tanpa penundaan. Mereka tiba sesuai jadwal,” kata Muchlis, Kamis (4/3/2026).

Rombongan jemaah diberangkatkan oleh salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) asal Palu dan kembali melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah, yang hingga kini masih melayani penerbangan internasional.

ADVERTISEMENT

Selain rombongan tersebut, dua PPIU lain asal Sulteng juga dilaporkan sukses memulangkan jamaahnya dengan aman. Dengan demikian, tiga penyelenggara umrah dari Sulteng telah menuntaskan proses kepulangan jamaah di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan.

Muchlis menegaskan hingga saat ini belum ada laporan jemaah asal Sulteng yang tertahan di Arab Saudi. Meski situasi relatif terkendali, pemerintah tetap mengedepankan kewaspadaan. 

Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau masyarakat untuk menunda rencana keberangkatan umrah hingga kondisi benar-benar kondusif.

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulteng telah menyurati lima PPIU di wilayahnya agar mempertimbangkan penjadwalan ulang keberangkatan calon jemaah. Langkah ini diambil sebagai mitigasi terhadap kemungkinan penutupan akses penerbangan atau gangguan operasional akibat dinamika konflik.

“Keselamatan dan kenyamanan jamaah adalah prioritas. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dengan PPIU dan maskapai,” ujar Muchlis.

Pemerintah pusat melalui Kantor Urusan Haji (KUH) dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah juga terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi perubahan kebijakan penerbangan secara mendadak.

Meski jemaah telah kembali dengan selamat, pemerintah daerah tetap mengingatkan calon jemaah untuk mengikuti arahan resmi hingga kondisi di Timur Tengah dinyatakan sepenuhnya aman dan stabil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

3 Prajurit TNI Gugur, Bendera Merah Putih Selimuti Peti Jenazah

3 Prajurit TNI Gugur, Bendera Merah Putih Selimuti Peti Jenazah

NASIONAL
Hari Kelam Angkatan Udara AS: Pilot Hilang, 2 Jet dan 2 Heli Rontok

Hari Kelam Angkatan Udara AS: Pilot Hilang, 2 Jet dan 2 Heli Rontok

INTERNASIONAL
220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

INTERNASIONAL
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS

Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS

INTERNASIONAL
Menlu Iran: Kami Ingin Akhiri Perang secara Menyeluruh dan Permanen

Menlu Iran: Kami Ingin Akhiri Perang secara Menyeluruh dan Permanen

INTERNASIONAL
Jatuh di Wilayah Musuh! Ini Tantangan yang Dihadapi Pilot AS di Iran

Jatuh di Wilayah Musuh! Ini Tantangan yang Dihadapi Pilot AS di Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT