Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Masyarakat Diingatkan Tak Berkerumun dan Bepergian
Jumat, 21 Mei 2021 | 06:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi meminta, masyarakat tak berkerumun dan berpergian untuk mencegah lonjakan virus Covid-19. Sonny menyebutkan, meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan. Selain itu, kepatuhan protokol 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, akan turut berkurang.
"Inilah yang memicu lonjakan kasus. Lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan juga ikut meningkat," kata Sonny dalam keterangannya, Kamis (20/5/2021) malam.
Sonny mengatakan, pemerintah telah melarang mudik dan mengetatkan aktivitas masyarakat ke luar kota. Sejauh ini, upaya tersebut membuat jumlah penumpang yang menggunakan transportasi darat maupun udara turun hingga lebih dari 50 persen.
"Transportasi baik angkutan laut, udara, bahkan angkutan darat lalu lintasnya turun 93 persen. Angkutan udara pun turun 70 persen. Esensi pelarangan mudik itu adalah agar masyarakat jangan melakukan perjalanan pada tanggal berapapun," katanya.
Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma mengaku, khawatir pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit akan membludak jika masyarakat tak patuh terhadap larangan mudik. Kondisi itu, kata Lia akan membuat rumah sakit kewalahan.
"Kalau sampai 7.000 sampai 8.000 pasien dirawat bersamaan, maka RS akan sangat kewalahan sehingga tidak bisa membantu dengan maksimal," kata Lia.
Selain itu, Lia khawatir jumlah tenaga kesehatan tidak mencukupi apabila jumlah pasien yang dirawat di RS meningkat secara bersamaan.
"SDM di ICU harus khusus, belum lagi apabila jumlah penularan tinggi, maka SDM kita akan mudah tertular seperti awal tahun yang lalu, banyak tenaga kesehatan kita tertular Covid-19," katanya.
Saat ini kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) secara nasional kurang dari 30 persen. Namun terdapat sejumlah provinsi yang menunjukkan peningkatan BOR cukup signifikan.
"Aceh dan Sulawesi Barat BOR-nya kini sudah di atas 50 persen. Ada juga beberapa provinsi yang BOR-nya mencapai 25-50 persen seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Riau. Lalu yang peningkatannya 10-24 persen ada di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kep. Riau, Jawa Tengah, dan Jambi," kata Lia.
Sementara itu, Guru Besar FKUI Soedjatmiko mengimbau pemerintah membatasi kerumunan di manapun, baik pemudik maupun yang tidak mudik. Menurutnya, warga yang tak mudik juga sebaiknya jangan berkerumun di pusat perbelanjaan, apalagi di tempat wisata.
"Jangan sampai saudara kita tertular Covid-19 hingga bergejala berat dan masuk rumah sakit," kata Soedjatmiko.
Mengutip data Satgas Covid-19, Soedjatmiko menyebutkan, bahwa dari enam hingga tujuh orang yang berkerumun terdapat satu orang yang positif Covid-19.
"Apalagi dalam kerumunan itu kecenderungan mengabaikan protokol kesehatan juga tinggi, seperti memakai masker tidak benar, bahkan tidak memakai masker sama sekali," tegasnya.
Aturan pelarangan mudik tahun ini dinilai mampu menekan keinginan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
Penelitian litbang Satgas Covid-19 menunjukkan masyarakat yang sebelumnya ingin melakukan mudik sebesar 33 persen, turun menjadi 11 persen setelah diberlakukan aturan pelarangan mudik. Bahkan setelah sosialisasi terus menerus dilakukan, keinginan untuk mudik turun menjadi 7 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




