Tak Perlu Khawatir Lonjakan Covid-19, Menkes: Varian Tak Mematikan
Selasa, 3 Juni 2025 | 21:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/6/2025). Pemanggilan ini dilakukan terkait lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi.
Seusai menghadap Prabowo, Budi Gunadi mengimbau agar masyarakat tidak panik karena varian yang berkembang saat ini tidak mematikan.
“Ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan. Jadi enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat enggak panik,” kata Budi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025).
Sebelumnya, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk waspada dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) seiring meningkatnya kasus Covid-19 yang dialami negara tetangga.
Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menyatakan, surat edaran (SE) tentang peningkatan kasus Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan langkah pemerintah agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
"Sampai saat ini Kementerian Kesehatan mengeluarkan edaran untuk seluruh dinas kesehatan yang ada di Indonesia. Ini bentuk kewaspadaan, karena kita sadar di beberapa negara tetangga ada peningkatan kasus Covid-19 lagi," kata Hasan di kantor PCO, Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Hasan mengungkapkan, temuan kasus positif Covid-19 tak hanya terjadi di negara-negara tetangga, melainkan juga di Indonesia. Pada pekan ke-19, katanya, tercatat ada temuan temuan kasus positif Covid-19 dalam negeri dengan positivity rate 3,68 persen.
"Jadi kalau dari 100 orang diuji spesimennya, ada 3,68 persen atau hampir 4 orang yang terindikasi positif. Ini bentuk kewaspadaan," tutur Hasan.
Dengan adanya temuan tersebut, pemerintah mengingkatkan masyarakat untuk kembali menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Prokes itu meliputi membiasakan mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga pola hidup sehat, hingga menggenali gejala-gejala seperti pusing, flu, sakit tenggorokan untuk kemudian diperiksa ke dokter sebagai langkah mitigasi penyebaran Covid-19.
Sebelumnya, Kemenkes mengeluarkan surat edaran (SE) bernomor SR.03.01/C/1422/2025 yang terbit pada 23 Mei 2025. Surat edaran ini berisikan imbauan kewaspadaan menyusul kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia, seperti Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.
Dalam SE tersebut, disebutkan bahwa varian Covid-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, sementara Singapura LF.7 dan NB.1.8, lalu di Hong Kong JN.1, serta di Malaysia adalah XEC. Lonjakan itu pun mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan dini serta promosi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




