ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jembatan Gantung di Lampung Ambruk, Empat Warga Luka

Sabtu, 7 Mei 2022 | 10:02 WIB
T
B
Penulis: Triyono | Editor: B1
Jembatan gantung yang menjadi jalur alternatif antardesa di Way Biha, Pekon (Desa) Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung ambruk, Jumat, 6 Mei 2022.
Jembatan gantung yang menjadi jalur alternatif antardesa di Way Biha, Pekon (Desa) Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung ambruk, Jumat, 6 Mei 2022. (Beritasatu Photo: Roy Triono)

Lampung, Beritasatu.com - Jembatan gantung penghubung antarpermukiman warga di Way Biha, Pekon (Desa) Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung ambuk, Jumat (6/5/2022). Akibat ambruknya jembatan gantung tersebut empat warga dan sepeda motor yang sedang berada di atas jembatan gantung jatuh ke sungai.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ambruknya jembatan gantung tersebut, namun empat  warga mengalami luka-luka. Selain korban luka-luka, delapan unit sepeda motor rusak karena terendam ke dalam sungai.

Empat orang warga yang mengalami luka-luka yakni, Apriandinata (13), Tambat usman (23), Zayani (39), dan Faisol (23). Keempat korban hanya mengalami luka ringan telah dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapat perawatan medis.

Untuk delapan unit sepeda motor yang terjebur dan terendam ke dalam sungai dievakuasi satu persatu menggunakan perahu nelayan hingga semua motor tersebut berhasil diangkat meskipun kondisinya rusak karena mesinnya terendam air.

ADVERTISEMENT

Jembatan gantung berukuran panjang sekitar 60 meter dan lebar dua meter tersebut merupakan jalur alternatif penghubung antarpekon atau desa. Selain sebagai jalur penghubung antardesa di daerah tersebut, jembatan gantung tersebut juga sebagai jalur alternatif menuju lokasi wisata pantai yang sering dilalui warga setiap hari.

Baca Juga: Arus Balik, Pemudik Serbu Pusat Oleh-oleh Khas Lampung

Peratin (kepala desa) Pekon Biha, Rizkon Al-Huda mengatakan, jembatan gantung tersebut ambruk karena diduga over kapasitas atau kelebihan beban.

Menurut Rizkon, ambruknya jembatan gantung tersebut bukan karena putus, melainkan lepas dari baut pengencangnya yang ada di bawah di kaki jembatan.

Rizkon menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menginventarisasi barang rusak akibat peristiwa tersebut, selain itu, pihaknya juga akan melaporkan pristiwa ambruknya jembatan gantung di desanya itut kepada camat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dengan harapan pemkab dapat membantu menganggarkan perbaikan jembatan dan membantu para warga yang menjadi korban baik korban fisik maupun yang sepeda motornya rusak.

"Kami berupaya agar jembatan ini segera dibangun dan diperbaiki lagi dan dapat digunakan. Kami sudah sampaikan ke pihak kecamatan atas kejadian tersebut," ujar Rizkon.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Kejar Pembangunan 6.900 Jembatan Gantung pada 2026

Pemerintah Kejar Pembangunan 6.900 Jembatan Gantung pada 2026

NASIONAL
Jembatan Gantung Babakan Lorsari Senilai Rp 13,8 M Akhirnya Rampung

Jembatan Gantung Babakan Lorsari Senilai Rp 13,8 M Akhirnya Rampung

NUSANTARA
Pemerintah Siapkan Dana Rp 630 M Bangun 63 Jembatan Gantung pada 2026

Pemerintah Siapkan Dana Rp 630 M Bangun 63 Jembatan Gantung pada 2026

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon