ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jembatan Gantung Babakan Lorsari Senilai Rp 13,8 M Akhirnya Rampung

Minggu, 24 Agustus 2025 | 14:49 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Jembatan Gantung Babakan Losari Lor menghubungkan wilayah di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Jembatan Gantung Babakan Losari Lor menghubungkan wilayah di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Jembatan Gantung Babakan Losari Lor, yang menghubungkan wilayah di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat akan secara signifikan memperlancar mobilitas.

Menurut Dody, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program infrastruktur kerakyatan, yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

Salah satu contohnya adalah warga dari tiga desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mayoritas bekerja atau beraktivitas di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar sejauh 13–15 kilometer untuk menyeberangi Sungai Cisanggarung.

ADVERTISEMENT

"Dengan adanya jembatan ini, perjalanan warga menjadi lebih efisien, terutama bagi mereka yang bekerja setiap hari melintasi dua provinsi,” ungkap Dody dalam keterangan resminya, Minggu (24/8/2025).

Jembatan Gantung Babakan Losari Lor membentang sepanjang 100 meter di atas Sungai Cisanggarung, menghubungkan Desa Babakan Losari Lor di Kabupaten Cirebon (Jawa Barat) dengan Desa Babakan di Kabupaten Brebes (Jawa Tengah). Proyek ini dikerjakan sejak November 2024 dan rampung pada Juni 2025, dengan total anggaran dari APBN sebesar Rp 13,8 miliar.

Jembatan ini dirancang khusus untuk pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan darurat seperti ambulans, serta tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat biasa. Keberadaan jembatan ini memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama dalam akses ke lahan pertanian, distribusi hasil panen, dan mobilitas anak-anak sekolah.

“Warga kini dapat mengangkut hasil pertanian ke Pasar Babakan yang jaraknya sekitar 12 kilometer tanpa harus memutar jauh. Ini sangat menghemat waktu dan biaya,” ujar Dody.

Pembangunan jembatan ini juga dipandang sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah perdesaan, memperkuat perekonomian lokal, dan mendukung program pengurangan kesenjangan antarwilayah.

“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak. Jembatan ini bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan ekonomi warga lintas provinsi,” tutup Menteri Dody.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Kejar Pembangunan 6.900 Jembatan Gantung pada 2026

Pemerintah Kejar Pembangunan 6.900 Jembatan Gantung pada 2026

NASIONAL
Pemerintah Siapkan Dana Rp 630 M Bangun 63 Jembatan Gantung pada 2026

Pemerintah Siapkan Dana Rp 630 M Bangun 63 Jembatan Gantung pada 2026

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon