Hasto Ungkap Sejarah Penetapan Hari Santri Nasional
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 19:33 WIB
KH Thoriq mengaku resah sejarah santri di Indonesia hampir tidak pernah tersentuh, sementara budaya pop semacam hari Valentine dan Halloween dari mancanegara mudah sekali masuk ke Indonesia.
"Demikian kuat keinginan KH Thoriq Bin Ziyad agar hari santri ditetapkan dan dirayakan secara nasional, sampai-sampai dia menggunakan jalur politik masuk ke Partai Demokrat agar dia punya akses langsung ke pemerintah yang saat itu dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," tuturnya.
Namun, dari apa yang pernah didengarnya dari KH Thoriq Bin Ziyad, upaya kyai muda itu tidak membuahkan hasil, bahkan justru mendapat olok-olok jika ada Hari Santri harus ada Hari Kiai juga.
"Ada juga yang meragukan fungsi dari gagasan itu, apakah penetapan Hari Santri tidak menimbulkan iri dan cemburu anak bangsa lain yang bukan santri," ucap Hasto.
Namun, lanjut dia, di tengah kebuntuannya mendorong pemerintah agar menetapkan Hari Santri Nasional, dia bertemu dengan salah satu ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, yang menjadikan Malang Raya sebagai daerah pemilihannya sebagai anggota DPR RI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




