ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Produksi Mobil Listrik Diramal Tembus 1 Juta Unit di 2035

Rabu, 8 Maret 2023 | 12:44 WIB
EF
WP
Penulis: Eva Fitriani | Editor: WBP
Wuling Air ev.
Wuling Air ev. (Beritasatu.com/Herman)

Sedangkan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ditargetkan sebanyak 6.318 unit serta 17.000 unit stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) di 2025 dan meningkat menjadi 31.859 unit SPKLU dan 67.000 unit SPBKLU pada 2030. "Jumlah mobil listrik di Indonesia hingga 2022 sebanyak 2.654 unit dengan SPKLU yang tersedia hingga akhir Agustus 2022 mencapai 346 unit," ujar dia.

Khoirunurrofik mengatakan, pemerintah memegang peran kunci dalam upaya percepatan populasi kendaraan listrik di Indonesia, di antaranya dengan pemberian insentif fiskal baik berupa pembebasan pajak maupun subsidi. Selain itu,
dibutuhkan insentif nonfiskal lainnya seperti pembangunan infrastruktur pendukung yang menjadi bagian pembangunan ekosistem EV.

"Dari survei yang kami lakukan, bagi pasar terbesar yaitu setipe harga mobil Avanza, konsumen memberikan toleran 20% untuk shifting (beralih) dari mobil konvensional ke EV. Selain itu, diperlukan kebijakan yang bisa mengurangi biaya produksi baterai EV karena itu menjadi salah satu kunci kalau ingin mereduksi harga jual mobil listrik," tutur dia.

ADVERTISEMENT

SVP Corporate Strategy & Business Development PT Indonesia Battery Corporation (IBC) Adhietya Saputra mengatakan, permintaan baterai EV di dalam negeri diperkirakan mencapai 20 giga watt hour (GWh) di 2030, dan naik lagi menjadi 59 GWh pada 2035.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, IBC bersama mitra strategi akan mulai memproduksi pada 2024 dengan kapasitas 10 GWh. Produksi tersebut memenuhi kebutuhan baterai listrik untuk sekitar 100 ribuan mobil listrik dan sekitar 4 juta motor listrik. "Kami melihat ini suatu peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia. Ada dua ekosistem, yakni ekosistem baterai dan ekosistem EV yang harus saling mendukung. Industri kendaraan listrik harus dibentuk sejak awal tanpa menunggu industri baterai EV siap dulu. Sehingga saat produksi baterai dilakukan, sudah ada pasar yang bisa menyerap," tutur dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

OTOTEKNO
Adu Pajak Toyota Alphard vs Denza D9 pada 2026, Siapa Paling Mahal?

Adu Pajak Toyota Alphard vs Denza D9 pada 2026, Siapa Paling Mahal?

OTOTEKNO
5 Mobil Listrik Kuat Jakarta-Bandung Tanpa Cas, Mana Paling Worth It?

5 Mobil Listrik Kuat Jakarta-Bandung Tanpa Cas, Mana Paling Worth It?

OTOTEKNO
Benarkah Suhu Panas Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik? Ini Faktanya

Benarkah Suhu Panas Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik? Ini Faktanya

OTOTEKNO
Survei: 96 Persen Pengguna Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin

Survei: 96 Persen Pengguna Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin

OTOTEKNO
Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon