ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mana Lebih Baik, Mobil Listrik atau Model Hybrid?

Sabtu, 17 Juni 2023 | 16:32 WIB
B
H
Penulis: BeritaSatu | Editor: HE
PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan model terbaru All New Yaris Cross dengan pilihan hybrid, di Jakarta, Senin, 15 Mei 2023.
PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan model terbaru All New Yaris Cross dengan pilihan hybrid, di Jakarta, Senin, 15 Mei 2023. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia telah menggulirkan program insentif untuk pembelian mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) yang membuat harga jualnya jadi lebih murah. Namun sejauh ini program tersebut masih sepi peminat. Apalagi baru ada dua model yang mendapatkan insentif karena telah memenuhi persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40%, yaitu Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air Ev.

Di sisi lain, masyarakat justru lebih memilih mobil hybrid atau hybrid elevtric vehicle (HEV) yang tidak mendapatkan subsidi. Sesuai namanya, mobil hybrid merupakan perpaduan antara dua jenis sumber tenaga, yaitu mesin konvensional dan motor listrik. Ini membuat laju kendaraan lebih bertenaga, hemat bahan bakar, dan minim emisi. Tak mengherankan jika penjualan mobil hybrid jauh lebih baik dibandingkan BEV.

Pada Januari-Mei 2023, penjualan BEV hanya mencapai 4.648 unit. Sebaliknya, penjualan mobil hybrid yang terdiri atas HEV dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tembus 12.128 unit. Artinya penjualan hybrid tiga kali lebih banyak dibandingkan BEV.

ADVERTISEMENT

Alasan Pilih Hybrid
Masyarakat lebih menggandrungi mobil hybrid ketimbang BEV karena sejumlah alasan, seperti infrastruktur BEV yang belum lengkap, teknologinya belum teruji, keselamatan berkendara masih meragukan, layanan purna jual belum masif, dan harga bekasnya belum meyakinkan. Alasan lainnya, kendati sudah disubsidi, BEV masih dibanderol selangit.

Pengamat otomotif dari LPEM-FEB Universitas Indonesia (UI) Riyanto menyampaikan, masyarakat Indonesia tidak bisa langsung bermigrasi dari mobil konvensional ke mobil listrik murni, melainkan harus transisi terlebih dahulu ke mobil hybrid.

"Pilihan paling rasional bagi konsumen di Indonesia saat ini adalah mobil hybrid. Jika suatu saat ditemukan BEV yang harganya lebih murah, fungsi, dan lain-lainnya lebih dari internal combustion engine vehivle (ICEV), ya orang-orang enggak usah disuruh juga akan membeli BEV," kata Riyanto kepada Investor Daily, dikutip Sabtu (17/6/2023).

Wuling Air ev.
Wuling Air ev.

Riyanto menyampaikan, dengan harga BEV yang masih di atas Rp 800 juta, jelas masih jauh dari kantong kebanyakan orang Indonesia. Masyarakat di Tanah Air sebagian besar baru bisa menjangkau mobil seharga Rp 300-an juta. Memang sudah ada BEV yang dibanderol sekitar Rp 300 juta. Tapi secara fungsi dan kualitas dinilai masih di bawah kendaraan konvensional dengan harga yang sama. Belum lagi masih terbatasnya alat pengisian daya atau charging station.

Menurut Rianto...

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

BYD Siapkan Varian Mobil Listrik Atto 1 dengan Harga Lebih Murah

OTOTEKNO
Adu Pajak Toyota Alphard vs Denza D9 pada 2026, Siapa Paling Mahal?

Adu Pajak Toyota Alphard vs Denza D9 pada 2026, Siapa Paling Mahal?

OTOTEKNO
5 Mobil Listrik Kuat Jakarta-Bandung Tanpa Cas, Mana Paling Worth It?

5 Mobil Listrik Kuat Jakarta-Bandung Tanpa Cas, Mana Paling Worth It?

OTOTEKNO
Benarkah Suhu Panas Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik? Ini Faktanya

Benarkah Suhu Panas Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik? Ini Faktanya

OTOTEKNO
Survei: 96 Persen Pengguna Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin

Survei: 96 Persen Pengguna Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin

OTOTEKNO
Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon