BRIN: Pandemi Covid-19 Jadi Pembelajaran Perkuat Riset
Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran berharga untuk pengembangan riset mulai dari sumber daya manusia (SDM) yakni tim periset hingga infrastruktur. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko. Menurut Handoko diperlukan pengembangan vaksin dari tahap awal untuk manusia.
"Setelah pandemi baru sadar bahwa kita enggak punya tim periset pernah mengembangkan vaksin dari awal untuk manusia. Selain itu, kita sadar, kita tidak punya infrastrukturnya," kata Handoko di Kantor Redaksi BeritaSatu Media Holdings (BSMH), Kamis (11/8/2022).
Menurut Handoko, sebelum adanya pandemi Covid-19, infrastruktur bergantung pada industri. Hal ini menjadi salah satu kendala periset, misalnya untuk melakukan uji klinis terbatas vaksin mulai dari pra klinis pada hewan atau Macaca tentu harus industri, namun biaya sangat mahal. Pasalnya, industri seperti PT Bio Farma yang sedang menjalani produksi reguler tentu harus dihentikan dan harus mengikuti tahap sertifikasi untuk melakukan uji klinis terbatas, termasuk pada vaksin Covid-19.
Baca Juga: BRIN: Vaksin Merah Putih untuk Booster dan Vaksinasi Anak
Untuk itu, BRIN membangun laboratorium animal BSL-3 untuk Macaca.
Kemudian bangun fasilitas Good Manufacturing Practice (GMP) untuk produksi terbatas untuk berbagai macam platform vaksin.
"Ini menjadi pelajaran Covid-19 itu enggak boleh kita ulangi lagi. Jadi kita sudah harus siap dan membuat siap infrastruktur dan tim periset kita beri tantangan. Tidak hanya vaksin Covid-19, tetapi vaksin lain," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




