Ronaldo-Mesi Kena, Ini 9 Dampak Perang AS-Israel vs Iran pada Olahraga
Kamis, 5 Maret 2026 | 12:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai menimbulkan dampak perang yang meluas hingga ke dunia olahraga internasional. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menyebabkan gangguan terhadap berbagai agenda pertandingan dan turnamen yang sebelumnya telah dijadwalkan.
Penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, hingga meningkatnya risiko keamanan membuat sejumlah kompetisi olahraga harus ditunda atau bahkan dibatalkan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penyelenggara, tetapi juga para atlet yang mengalami kendala perjalanan menuju lokasi pertandingan.
Efeknya menjalar ke berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola, tenis, bulu tangkis, hingga balap mobil. Bahkan dua megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, turut merasakan dampak tidak langsung dari situasi geopolitik tersebut.
Dampak Perang AS dan Israel vs Iran pada Olahraga
Lantas, apa saja dampak yang ditimbulkan dari perang AS dan Israel vs Iran ini? Dihimpun Beritasatu.com dari berbagai sumber, simak berikut ini:
1. Penundaan kompetisi AFC pengaruhi klub Cristiano Ronaldo
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan penundaan sejumlah pertandingan yang melibatkan klub-klub dari kawasan Timur Tengah.
Kompetisi yang terdampak antara lain AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, serta AFC Asian Challenge League.
Penundaan tersebut berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan di kawasan yang sedang memanas.
Dampak perang ini juga dirasakan oleh klub Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Tim yang ditangani pelatih Jorge Jesus tersebut masih bertahan di babak perempat final AFC Champions League Two.
Dengan adanya penundaan jadwal pertandingan, perjalanan Al Nassr di kompetisi tersebut untuk sementara ikut tertunda.
2. Jadwal Lionel Messi bersama Argentina ikut terpengaruh
Lionel Messi juga tidak luput dari imbas situasi ini. Ketidakpastian muncul terkait agenda Timnas Argentina yang melibatkan pertandingan internasional penting.
Asosiasi Sepak Bola Qatar memutuskan untuk menunda seluruh pertandingan sepak bola yang dijadwalkan berlangsung di negara tersebut.
Kebijakan ini memengaruhi rencana pertandingan Finalissima yang mempertemukan Argentina sebagai juara Copa America dengan Spanyol selaku juara Euro.
Dengan adanya penundaan tersebut, duel bergengsi antara dua juara benua itu kini berada dalam kondisi yang belum jelas mengenai waktu pelaksanaannya.
3. Ketidakpastian timnas Iran menuju Piala Dunia 2026
Dampak perang juga menimbulkan ketidakjelasan terhadap masa depan tim nasional Iran menjelang Piala Dunia 2026. Turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut rencananya akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Namun situasi konflik yang melibatkan negara tersebut memunculkan tanda tanya mengenai kesiapan Iran untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Mehdi Taj, bahkan mengungkapkan pesimisme terkait situasi yang sedang terjadi.
"Setelah serangan ini, kami tidak bisa berharap menantikan Piala Dunia," ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera.
4. Penutupan wilayah udara ganggu perjalanan atlet
Gangguan transportasi udara menjadi salah satu efek paling nyata dari konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Penutupan sejumlah wilayah udara membuat banyak atlet dan ofisial kesulitan melakukan perjalanan menuju lokasi pertandingan.
Komite Paralimpik Internasional (IPC) menyatakan tengah mencari solusi untuk membantu atlet yang mengalami kesulitan menuju Paralimpiade Musim Dingin yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 15 Maret.
Menurut pernyataan resmi IPC, penutupan wilayah udara di Timur Tengah memengaruhi kedatangan sejumlah pihak yang terlibat dalam ajang tersebut.
"Penutupan wilayah udara di Timur Tengah berdampak pada kedatangan beberapa pihak terkait. Kami bekerja keras bersama Milano Cortina 2026 untuk menemukan solusi bagi mereka yang terdampak," demikian keterangan IPC seperti dilaporkan Reuters.
5. Turnamen tenis ATP Challenger di Fujairah dibatalkan
Dampak perang juga terasa di dunia tenis. Turnamen ATP Challenger yang seharusnya digelar di Fujairah terpaksa dibatalkan setelah muncul peringatan keamanan mendadak yang menghentikan pertandingan.
6. Petenis dunia tertahan di Uni Emirat Arab
Beberapa petenis Rusia seperti Daniil Medvedev, Andrey Rublev, dan Karen Khachanov mengalami kesulitan perjalanan setelah mengikuti Dubai Championships.
Mereka sempat tertahan di Uni Emirat Arab karena kendala penerbangan dan kesulitan menuju Amerika Serikat untuk mengikuti turnamen BNP Paribas Open.
7. Pebulu tangkis PV Sindhu gagal berangkat ke All England
Dampak perang bahkan memengaruhi atlet dari cabang olahraga lain. Pebulu tangkis tunggal putri India, Pusarla Sindhu, harus membatalkan rencananya mengikuti turnamen All England 2026.
Sindhu terjebak di Dubai akibat keterbatasan akses penerbangan yang terjadi setelah konflik memanas. Situasi tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi turnamen.
Setelah mengalami kendala tersebut, Sindhu akhirnya kembali ke Bangalore, India.
8. Seri pembuka WEC di Qatar dibatalkan
Ajang balap mobil World Endurance Championship (WEC) ikut terdampak setelah seri pembuka yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret di Lusail, Qatar dibatalkan.
Penyelenggara menyatakan bahwa jadwal baru untuk balapan Qatar 1812km kemungkinan akan ditetapkan pada paruh kedua musim kompetisi.
"Tanggal baru untuk Qatar 1812km pada paruh kedua musim kompetisi akan dipastikan dan dikomunikasikan pada waktu mendatang," tulis pernyataan resmi WEC.
9. Formula One di Bahrain dan Arab Saudi masih dievaluasi
Ketidakpastian juga menyelimuti kalender balap Formula One. Kepala Motorsport Global FIA Mohammed Ben Sulayem masih mempertimbangkan kelanjutan penyelenggaraan F1 di Bahrain dan Arab Saudi yang direncanakan berlangsung pada April 2026.
Menurutnya, faktor keselamatan akan menjadi pertimbangan utama sebelum mengambil keputusan terkait agenda balapan di kawasan tersebut.
"Keselamatan akan menjadi pedoman keputusan bagi kami dalam mengevaluasi ajang-ajang selanjutnya yang sudah dijadwalkan di sana untuk kejuaraan World Endurance Championship dan Formula One," ujarnya.
Dampak Perang Mulai Mengguncang Stabilitas Dunia Olahraga
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa konflik geopolitik dapat memicu efek domino terhadap berbagai sektor, termasuk olahraga global.
Ketika keamanan wilayah terganggu, mobilitas atlet, penyelenggaraan kompetisi, serta jadwal pertandingan ikut mengalami perubahan.
Jika situasi tidak segera mereda, dampak perang berpotensi semakin luas dan memengaruhi lebih banyak agenda olahraga internasional. Mulai dari sepak bola, tenis, bulu tangkis, hingga balap mobil, semuanya bergantung pada stabilitas keamanan global.
Karena itu, perkembangan konflik di Timur Tengah akan terus menjadi faktor penting yang menentukan kelangsungan berbagai turnamen olahraga dunia dalam waktu dekat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




