Iran Siap Sambut Serangan Darat AS
Jumat, 27 Maret 2026 | 13:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Lebih dari 1 juta warga Iran telah dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi darat dengan pasukan Amerika Serikat (AS).
Hal itu dilaporkan oleh kantor berita Mehr, Kamis (26/3/2026) yang dikutip Antara. Sementara itu, sejumlah sumber yang dikutip The Wall Street Journal melaporkan operasi darat oleh pasukan AS di Iran sedang dipersiapkan dan dapat segera dimulai.
Rencana serangan ini diduga sudah direncanakan oleh AS, berdasarkan laporan yang diterima dari sejumlah anggota Kongres AS.
Menanggapi rencana serangan darat tersebut, media militer Iran melalui platform X pada Kamis (26/3/2026) menyatakan kesiapan mereka untuk menyambut kedatangan tentara AS.
"Kepada semua prajurit Amerika! Kami harap kalian telah diberi tahu bahwa #Iran adalah tempat di mana para pejuang Palestina, Lebanon, Irak, dan Yaman melatih kemampuan tempur darat secara sangat profesional!" tulis media itu.
"Selamat datang di Iran, kawan!" tambahnya.
Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari, yang menargetkan sejumlah fasilitas di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan warga sipil. Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Awalnya, AS dan Israel mengeklaim bahwa serangan tersebut merupakan "serangan pendahuluan" yang diperlukan untuk menanggulangi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, kemudian mereka menyatakan bahwa tujuan utama dari serangan tersebut adalah untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Iran.
Pada hari pertama operasi militer AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur. Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari sebagai tanda penghormatan.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengutuk pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi militer AS-Israel dan mendesak deeskalasi serta penghentian permusuhan segera.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Gempa M 6,2 Guncang Talaud Terasa hingga Manado




