ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasar Takjil Kampung Sunda Bali Obati Rindu Perantau Saat Ramadan

Minggu, 1 Maret 2026 | 15:37 WIB
SH
BW
Penulis: Sopian Hadi | Editor: BW
Suasana Pasar Takjil di Kampung Sunda Denpasar. Beragam makanan dan jajanan khas Sunda diburu para perantau asal Jawa Barat saat Ramadan, Minggu 1 Maret 2026.
Suasana Pasar Takjil di Kampung Sunda Denpasar. Beragam makanan dan jajanan khas Sunda diburu para perantau asal Jawa Barat saat Ramadan, Minggu 1 Maret 2026. (Beritasatu.com/Sopian Hadi)

Denpasar, Beritasatu.com — Pasar Takjil Ramadan Kampung Sunda di Denpasar, Bali, selalu dipadati pengunjung menjelang waktu berbuka puasa. Beragam makanan khas Jawa Barat tersedia di lokasi ini dan menjadi daya tarik bagi warga yang ingin menikmati kuliner Sunda di Pulau Dewata.

Pada Minggu (1/3/2026) sore, suasana pasar tampak ramai. Tidak hanya warga Denpasar, sejumlah pengunjung dari luar daerah juga datang untuk berburu menu berbuka puasa sekaligus mengobati kerinduan terhadap jajanan khas Sunda.

Menariknya, pasar takjil ini tidak hanya dikunjungi umat Muslim. Warga dari berbagai latar belakang agama juga turut datang untuk mencicipi sekaligus mengenal lebih dekat ragam kuliner khas Sunda yang dijajakan para pedagang.

ADVERTISEMENT

Beragam makanan dan jajanan tradisional tersedia di pasar ini, di antaranya asinan buah, asinan sayur, oncom, gemblong, deblo, cilok, mochi, puding, serundeng, hingga pepes ikan. Semua sajian tersebut menjadi pilihan favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati cita rasa khas Jawa Barat.

Terdapat sekitar 35 stan yang meramaikan pasar takjil ini. Sekitar 70% di antaranya diisi oleh pedagang asal Sunda. Kehadiran Pasar Takjil Ramadan Kampung Sunda tidak hanya menjadi tempat berburu kuliner, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian para pedagang sekaligus menjadi pengobat rindu bagi perantau Sunda di Bali.

Salah satu pedagang asinan, Eren, mengaku Ramadan menjadi momen berkah bagi dirinya untuk meraih rezeki. Ia menjual berbagai makanan khas Sunda seperti asinan Bogor, soto mi Bogor, dan mi kocok.

“Kita menjual makanan khas Sunda seperti asinan Bogor, soto mi Bogor, dan mi kocok. Untuk asinan ada dua jenis, yaitu asinan buah dan asinan sayur. Harganya sekitar Rp 20.000 sudah termasuk kerupuk. Dalam sehari bisa habis sekitar 50 cup asinan,” ujarnya.

Sementara itu, Salsa, salah satu pengunjung yang datang dari Canggu, Kabupaten Badung, mengaku senang dengan keberadaan pasar takjil tersebut. Ia tidak perlu pulang ke daerah asal untuk menikmati kuliner khas Sunda.

“Senang sekali bisa datang ke sini. Saya jauh-jauh dari Canggu untuk cari takjil karena di sini lengkap makanan khas Sunda. Tadi saya beli asinan sayur, risoles, bakwan, dan oncom. Rasanya seperti di kampung halaman,” katanya.

Pasar Takjil Ramadan Kampung Sunda ini dibuka selama 20 hari sejak awal bulan puasa. Lokasinya berada di kawasan Kampung Sunda, Jalan Marlboro X, Denpasar Barat.

Panitia penyelenggara, Asef Abdullah, mengatakan jumlah pedagang yang ikut meramaikan pasar tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini ada 33 lapak di dalam area kampung Sunda dan tiga lapak di luar. Sekitar 80% makanan yang dijual adalah kuliner khas Sunda, sisanya makanan campuran. Sebagian besar pedagang merupakan warga Sunda yang tinggal di Denpasar,” jelasnya.

Untuk berburu takjil di lokasi ini, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir seikhlasnya. Harga makanan dan jajanan yang dijual pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 25.000. Pasar Takjil Ramadan Kampung Sunda buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 18.30 Wita.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT