Getaran Gempa M 4,5 Bali Terasa Hingga Lombok dan Sumbawa
Minggu, 1 Maret 2026 | 16:03 WIB
Mataram, Beritasatu.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Badung, Bali, dan sekitarnya pada Minggu (1/3/2026) pukul 11.52.50 Wita. Getaran terasa hingga Kota Denpasar, Lombok, dan Sumbawa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Berdasarkan analisis resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki episenter di laut pada koordinat 9,33° LS dan 115,50° BT, sekitar 63 kilometer tenggara Kuta Selatan, Bali, dengan kedalaman 75 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Sumawan, menjelaskan gempa termasuk kategori menengah yang dipicu aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia,” ujar Sumawan dalam keterangan resmi Minggu (1/3/2026).
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault), yang umum terjadi di zona tumbukan lempeng aktif selatan Bali dan Nusa Tenggara.
Intensitas Getaran
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk melintas.
Sementara itu, intensitas II MMI dirasakan di Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Pada level ini, getaran dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Meski getaran terasa luas, BMKG memastikan hingga pukul 12.15 WITA belum terdeteksi adanya gempa susulan. “Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” kata Sumawan.
Kondisi dan Imbauan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa. Aparat daerah di Bali dan Nusa Tenggara Barat terus memantau situasi lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Secara tektonik, wilayah selatan Bali dan Nusa Tenggara memang berada di zona rawan gempa karena berdekatan dengan jalur subduksi aktif. Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara menunjam di bawah lempeng Eurasia, memicu akumulasi energi yang sewaktu-waktu dilepaskan sebagai gempa bumi.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




