Imigrasi Bali Siapkan Mitigasi Turis Overstay gara-gara Perang Iran
Minggu, 1 Maret 2026 | 21:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran turut berdampak pada penerbangan internasional dari dan menuju Bali.
Berdasarkan pemantauan hingga Minggu (1/3/2026) pukul 01.00 WITA, sedikitnya lima penerbangan dari Bali terdampak situasi tersebut, yakni Etihad Airways (EY477), Qatar Airways (QR963), Emirates (EK369), Qatar Airways (QR961), dan Emirates (EK399).
Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi arus penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik karena pembatalan penerbangan maupun perubahan rute perjalanan.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan mengatakan pihaknya terus mencermati perkembangan situasi global tersebut. Menurut dia, layanan keimigrasian bagi penumpang tetap menjadi prioritas agar berjalan sesuai prosedur meskipun terjadi perubahan jadwal penerbangan.
“Kami terus memantau dinamika global ini secara intensif. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa meskipun terjadi gangguan jadwal penerbangan, proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Imigrasi Ngurah Rai juga mengantisipasi kemungkinan adanya warga negara asing yang mengalami overstay akibat pembatalan penerbangan sehingga tidak dapat meninggalkan Indonesia sesuai jadwal.
Penumpang yang masa izin tinggalnya hampir habis atau telah berakhir akibat kondisi darurat penerbangan diminta segera melapor ke kantor imigrasi atau pos layanan keimigrasian di bandara untuk memperoleh arahan lebih lanjut.
Penanganan kasus tersebut akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan internasional.
Imigrasi memastikan setiap kasus ditangani secara profesional dan proporsional dengan tetap mengedepankan kepastian hukum serta pelayanan publik.
“Kami mengimbau calon penumpang tujuan internasional, khususnya yang transit melalui Timur Tengah, untuk rutin memeriksa status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara,” kata Bugie.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Imigrasi Ngurah Rai juga telah mengaktifkan sejumlah langkah siaga guna memastikan pelayanan tetap berjalan lancar.
Langkah tersebut meliputi penempatan personel tambahan di area kedatangan dan keberangkatan internasional untuk mengantisipasi antrean penumpang, koordinasi intensif dengan Angkasa Pura I, otoritas bandara, maskapai internasional, serta instansi terkait terkait perubahan jadwal maupun pengalihan rute penerbangan.
Selain itu, dilakukan pemantauan pergerakan rute penerbangan secara real-time melalui aplikasi resmi maskapai dan sistem data penerbangan global, serta pembaruan standard operating procedure (SOP) disertai aktivasi rencana kontinjensi dalam menangani penumpang terdampak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




