ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Masih Lancar pada 11 Maret 2026

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:09 WIB
RH
S
Penulis: Rizky Hidayatullah | Editor: JTO
Pelabuhan Gimanuk pada Rabu 11 Maret 2026 siang.
Pelabuhan Gimanuk pada Rabu 11 Maret 2026 siang. (Beritasatu.com/Rizki)

Negara, Beritasatu.com - Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, terpantau masih lancar menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pada Rabu (11/3/2026) siang, lalu lintas kendaraan yang menyeberang melalui lintasan Gilimanuk–Ketapang masih didominasi kendaraan logistik, bus antar-kota antar-provinsi, serta mobil pribadi tanpa antrean panjang di area pelabuhan.

Kendaraan yang datang dari arah Denpasar maupun wilayah Bali lainnya dapat langsung masuk ke area pelabuhan untuk melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur. Kondisi ini menunjukkan arus penyeberangan masih dalam kategori normal meskipun masa mudik mulai mendekat.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang–Gilimanuk telah menyiagakan 55 armada kapal untuk melayani angkutan mudik Lebaran 2026 di Selat Bali. Armada tersebut disiapkan guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

ADVERTISEMENT

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan hingga saat ini arus penyeberangan di lintasan Selat Bali masih berjalan lancar dan normal, baik dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk maupun sebaliknya.

Menurut Arief, puncak arus mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk diprediksi terjadi pada 14 hingga 16 Maret 2026. Lonjakan penumpang diperkirakan datang lebih awal karena adanya penutupan sementara lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

“Secara umum kondisi arus penyeberangan masih normal dan lancar. Namun kami memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 14 sampai 16 Maret,” ujar Arief.

Penutupan lintasan penyeberangan tersebut akan berlangsung mulai 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi saat seluruh aktivitas di Pulau Bali dihentikan sementara.

Dengan adanya penutupan tersebut, masyarakat yang hendak menyeberang dari Jawa menuju Bali maupun sebaliknya diimbau menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terjebak penutupan layanan penyeberangan.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menjelang penutupan lintasan, pihak ASDP juga menyiapkan sejumlah langkah pengaturan lalu lintas, salah satunya dengan menyiapkan buffer zone atau kantong parkir untuk menampung kendaraan sebelum diarahkan masuk ke area pelabuhan.

Selain itu, sistem delay juga akan diterapkan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan. Melalui sistem ini, arus kendaraan akan dialihkan sementara ke beberapa ruas jalan di sekitar permukiman warga sebelum diarahkan secara bertahap menuju pelabuhan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

EKONOMI
Puncak Arus Balik 2026, Skema TBB Diterapkan di Pelabuhan Bakauheni

Puncak Arus Balik 2026, Skema TBB Diterapkan di Pelabuhan Bakauheni

NUSANTARA
Hindari Macet Siang, Ribuan Pemudik Motor Padati Ketapang Sabtu Malam

Hindari Macet Siang, Ribuan Pemudik Motor Padati Ketapang Sabtu Malam

JAWA TIMUR
Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

JAWA BARAT
53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

JAKARTA
Nagreg Diguyur Hujan, 55.811 Kendaraan Tetap Terjang Arus Balik

Nagreg Diguyur Hujan, 55.811 Kendaraan Tetap Terjang Arus Balik

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT