ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hoaks Banyak Berseliweran Jelang Pemilu, Kenali Cara Identifikasinya Agar Tak Tertipu

Sabtu, 25 November 2023 | 06:20 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ilustrasi hoax.
Ilustrasi hoax. (B1/Muhammad Reza)

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing memberikan panduan kepada masyarakat cara mengidentifikasi berita hoaks yang banyak berseliweran di media sosial menjelang masa kampanye Pemilu 2024.

Salah satu cara yang disarankan adalah melakukan verifikasi berita dengan memeriksa di media arus utama. Langkah ini dapat diambil dengan memasukkan kata kunci dari pesan atau berita tersebut ke media-media arus utama dan melihat hasilnya. Jika tidak ada laporannya, maka masyarakat perlu meragukan kebenaran informasi tersebut.

"Ada baiknya meragukan informasi tersebut, setidaknya jika tidak ditemukan di media mainstream," ungkap Emrus dilansir dari Antara, Sabtu (25/11/2023).

ADVERTISEMENT

Selain itu, Emrus menekankan perlunya sikap kritis terhadap berita yang tidak jelas asalnya, terutama jika menggunakan kata-kata seperti "katanya" yang dapat menunjukkan ketidakjelasan dan kurang kredibilitas.

Dia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu berhati-hati terhadap pesan atau berita yang hanya sebagian kecil, meskipun berasal dari fakta. Menurutnya, pemenggalan seperti itu dapat mengubah makna dari informasi aslinya.

"Ketika informasi dipotong-potong, dikombinasikan dengan potongan lain, itu adalah tanda yang perlu kita pertanyakan," tambahnya.

Emrus juga menyoroti pentingnya memahami konteks pesan secara menyeluruh, dan tidak hanya melihat sebagian informasi. Dia juga mencatat bahwa jika terdapat kabar yang mencurigakan, terutama yang bersifat merugikan satu pasangan calon dan menguntungkan pasangan calon lain dari berbagai akun media sosial yang tidak jelas, maka hal tersebut perlu diwaspadai sebagai hoaks dan ujaran kebencian.

Menurut Emrus, penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian adalah tindakan komunikasi yang tidak baik, karena dapat merusak nilai, norma, moral, dan bahkan dapat mengancam persatuan bangsa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon