Repnas Usulkan Program Makan Siang dan Susu Gratis Dikelola UMKM
Kamis, 8 Februari 2024 | 08:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Program makan siang gratis dan susu gratis diusulkan dikelola oleh pengusaha mikro atau pelaku UMKM. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira saat membuka acara talk show bertajuk “Pengusaha Muda Membedah Makan Siang dan Susu Gratis Untuk Rakyat” di Sekretariat Repnas, Jalan Kuningan Baru, Jakarta, Rabu (7/2/2024).
Talk show tersebut dihadiri oleh Founder Momomilk dan Esteh Indonesia Haidhar Wurjanto, Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono dan Koordinator TKN Prabowo-Gibran Fanta Kuliner Cikhita Virginia.
"Ya kita harapkan program makan siang gratis dan susu gratis, Prabowo-Gibran bisa dikelola oleh pelaku usaha UMKM dan pengusaha muda Indonesia, kita akan sampaikan bahwa program ini tidak boleh dilaksanakan oleh sebagian orang saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat harus mendapatkan dampak ekonominya," kata Anggawira.
"Kemudian saya rasa program ini sangat penting untuk masyarakat dan anak-anak, saya mengutip perkataan Soekarno bahwa pangan itu hidup matinya suatu bangsa, jadi jika kita tidak bisa membangun kemandirian pangan, maka kita akan menjadi bangsa yang tertinggal," tutur Anggawira.
Pada kesempatan itu, Haidhar mengungkapkan bahwa program minum susu sudah banyak dilaksanakan di berbagai negara di dunia. Menurut dia, program tersebut, telah memberikan dampak yang positif bagi anak-anak di negara tersebut, baik untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.
“Saya dahulu kecil di Selandia Baru, kultur orang-orang Kiwi itu suka minum susu, saya menyaksikan di prime school itu suka minum susu, dan itu mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan meningkatkan prestasi anak," tutur Haidhar.
Haidar menilai konsumsi susu masyarakat Indonesia sangat rendah dan masyarakat Indonesia rata-rata pendek, serta ber-IQ rendah.
“Masyarakat Indonesia kurang mengkonsumsi susu, bahkan terendah di Asia, konsumsi susu kita hanya sebanyak 16 liter per kapita, dibanding Malaysia 50 liter per kapita, dan masyarakat Indonesia memiliki tubuh yang pendek dengan rata-rata 158 cm, kemudian 1 dari 5 anak Indonesia mengalami stunting diakibatkan kurang gizi, berdasarkan data UNICEF dan WHO angka stunting kita menempati urutan ke-27 dari 154 negara dan urutan kelima di antara negara-negara Asia," jelas Haidar.
Sementara itu, Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono mengungkapkan gagasan makan siang dan susu gratis harus memberikan efek ke pengusaha mikro.
“Kita menginginkan program makan siang dan susu gratis ini diharapkan berdampak untuk para pengusaha mikro. Jadi, selain sisi kesehatannya dapat, kita harapkan sisi ekonominya juga menyentuh pengusaha-pengusaha kecil," tandas Hendy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




