Multifinance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Prospektif
Senin, 2 Januari 2023 | 21:21 WIB
Harjanto menjelaskan, akselerasi penyaluran pembiayaan alat berat tetap memerhatikan mitigasi risiko yang baik. Misalnya dengan memprioritaskan repeat order dari debitur Clipan Finance saat ini dan nasabah-nasabah Panin Bank.
Lalu, menjaga kontribusi portofolio alat berat sebesar 6 persen hingga 7 persen terhadap total pembiayaan perusahaan, serta membidik sejumlah sektor seperti tambang, logistik, infrastruktur, dan perkebunan.
"Untuk konsumen baru yang butuh alat berat maksimal pembiayaan di Rp 5 miliar. Tentunya analisa keuangan, bisnis, kepemilikan, izin usaha dan lain-lain menjadi bagian verifikasi mitigasi risiko," jelas Harjanto.
Corporate Communication Head PT BFI Finance PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) Dian Ariffahmi menyampaikan, tren pertumbuhan pembiayaan alat berat BFI Finance sampai akhir 2022 mengalami peningkatan hampir 60 persen. Dari sisi aset mengalami peningkatan yang sangat positif yaitu lebih dari 30 persen.
Namun demikian, pihaknya belum bisa membeberkan proyeksi pembiayaan alat berat untuk tahun buku 2023. Emiten multifinance dengan kode BFIN ini masih wait and see dengan mempertimbangkan ketidakpastian kondisi perekonomian tahun ini.
"Lini bisnis ini ini masih menjadi salah satu kontributor dan tulang punggung bisnis perusahaan. Pembiayaan alat berat menjadi salah satu backbone bagi pertumbuhan aset serta penyaluran pembiayaan BFI Finance saat ini," jelas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




