ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Multifinance Optimistis Pembiayaan Alat Berat Prospektif

Senin, 2 Januari 2023 | 21:21 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Sales promotion girl berdiri di depan produk dump truck NHL Terex saat pameran alat berat di Jakarta, baru-baru ini. PT Kobexindo Tractors Tbk menandatangani perjanjian kerjasama dengan produsen alat berat NHL Terex guna mengamankan kesediaan pasokan dan menjamin pengiriman tepat waktu untuk alat berat rigid dump truck NHL Terex di Indonesia pada tahun fiskal 2023 mendatang.
Sales promotion girl berdiri di depan produk dump truck NHL Terex saat pameran alat berat di Jakarta, baru-baru ini. PT Kobexindo Tractors Tbk menandatangani perjanjian kerjasama dengan produsen alat berat NHL Terex guna mengamankan kesediaan pasokan dan menjamin pengiriman tepat waktu untuk alat berat rigid dump truck NHL Terex di Indonesia pada tahun fiskal 2023 mendatang. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Penjualan alat berat diprediksi masih melanjutkan tren pertumbuhan di tahun 2023 meskipun melambat menjadi 5 persen hingga 10 persen. Perkiraan ini menjadi sinyal baik bagi multifinance, khususnya pada lini pembiayaan alat berat.

Ketua Umum Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Etot Listyono menyampaikan, memang isu terkait suplai dari principal alat berat masih menjadi tantangan di tahun ini.

"Tahun 2023 trennya akan sedikit naik, ya kira-kira 5 persen hingga 10 persen dari tahun lalu, atau kira-kira sekitar 21.000 unit. Faktornya masih di-drive sektor pertambangan khususnya batu bara dan nikel," jelas Etot, di Jakarta, Senin (2/1/2023).

ADVERTISEMENT

Etot menegaskan, keyakinan tersebut dibuktikan dengan data pasar bahwa penjualan alat berat secara year to date (ytd) sampai November 2022 telah mencapai sekitar 19.000 unit.

Jumlah itu diperkirakan akan menembus 20.000 unit alat berat di akhir tahun 2022. "Angkanya jauh meningkat dari tahun 2020 sekitar 14.000 unit atau tahun 2019 sekitar 7.000 unit," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan Finance) Harjanto Tjitohardjojo optimistis lini pembiayaan alat berat di 2023. Pihaknya bahkan memproyeksi pertumbuhan pembiayaan hampir dua kali lipat.

"Produksi pembiayaan alat berat atau heavy equipment secara year to date (ytd) pada 2022 sebesar Rp 343,34 miliar, naik 300 persen karena di 2021 di bawah Rp 100 miliar. Untuk tahun 2023 targetnya Rp 600 miliar atau tumbuh sekitar 75 persen," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon