2.000 Ton Impor Gula Kristal Putih Tiba di Tanjung Priok
Sabtu, 1 April 2023 | 20:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Impor gula kristal putih (GKP) untuk memenuhi kebutuhan stok gula pada Ramadan dan Lebaran telah tiba di Indonesia.
Hal itu dipastikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA,) Arief Prasetyo Adi saat meninjau pembukaan palka kapal pengadaan gula kristal putih yang didatangkan Holding BUMN Pangan ID Food di Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (1/4/2023).
Arief menuturkan, pengadaan gula dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya mengalami peningkatan permintaan pada momentum hari besar keagamaan, sementara musim giling tebu baru akan mulai sekitar bulan Mei.
"Sehingga ketersediaan gula masih harus ditopang dari luar untuk menjaga harga di pasaran bisa tetap berjalan sesuai dengan Perbadan 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen Dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen (HAP) untuk Komoditas Gula Konsumsi sebesar Rp 13.500 per kilogram," kata Arief.
Berdasarkan perhitungan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2023, dari kebutuhan nasional 3,4 juta ton, diperkirakan produksi nasional mencapai 2,6 juta ton, sementara masih terdapat carry over dari tahun 2022 sebesar 1,1 juta ton, sehingga masih diperlukan pengadaan 900.000 ton agar di akhir tahun masih terdapat stok 1,2 juta ton, dan kebutuhan gula pada momentum hari besar keagamaan dapat terpenuhi dengan cukup.
"Pengadaan dari luar ini hanya untuk mengamankan stok gula untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga, khususnya saat Ramadan dan Idulfitri. Ini sesuai dengan kesepakatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Menteri pada Januari lalu," ujar Arief.
Arief menekankan, pengadaan harus memprioritaskan produksi dalam negeri. Untuk itu, NFA juga meminta permohonan penugasan Menteri BUMN kepada ID Food untuk menyerap gula petani.
"Harga kesepakatan terakhir sebesar Rp 11.500/kg, namun Bapanas akan melakukan reviu bersama asosiasi petani tebu rakyat sebagai adjustment guna mendapatkan harga yang tepat. Karena perintah Presiden Jokowi harga itu harus wajar di tingkat petani, penggiling, dan konsumen. BUMN sebagai offtaker dari produksi petani dan peternak," imbuhnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso juga menegaskan, importasi pangan dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta stabilisasi pasokan dan harga pangan.
"Karena memang kebutuhan nasional, dan itu dasarnya dari rakortas sesuai neraca komoditas, maka diputuskan impor. Kalau surplus ya kita ekspor," ujarnya.
Direktur Utama Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan menambahkan, bongkar muat pada hari ini adalah bagian dari 32.500 ton dari total penugasan 107.900 ton, yang akan bertahap kedatangannya sampai dengan Mei 2023.
"Realisasi penugasan gula ini diharapkan dapat menjaga harga gula sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Target kami sebelum hari besar kragamaan 2023 selesai, akan ada kedatangan lagi GKP sekitar 40.000 ton," ujar Frans.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




